Perkembangan mobilitas sosial membawa dampak perubahan yang signifikan dalam kehidupan masyarakat, menciptakan beragam dinamika di tengah budaya yang sebelumnya bersifat kolektif. Proses ini memiliki peran krusial dalam membentuk konstruksi berpikir masyarakat, terutama terkait pemaknaan dari pernikahan antar etnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan generasi z Batak dalam konteks pernikahan antar etnis batak dengan non-Batak di Cilacap, Jawa Tengah. Pernikahan antara etnis Batak dan non-Batak menjadi objek penelitian yang menarik untuk diteliti, mengingat adanya perbedaan budaya, norma, dan nilai yang dapat memengaruhi dinamika pernikahan.
Penelitian ini, yang menggunakan metode kualitatif, dengan menggali pemaknaan identitas generasi Z Batak di Cilacap terhadap pernikahan antar etnis Batak dan non-Batak. Dengan mengacu pada Teori Identitas Sosial dan Teori Modernisasi, penelitian ini menemukan bahwa pemaknaan tersebut merupakan hasil dari proses sosiologis yang kompleks, di mana identitas sosial Batak berperan sebagai kerangka acuan dalam memahami dan menilai pernikahan antar etnis, sementara modernisasi membuka peluang untuk mempertimbangkan alternatif di luar norma tradisional.
Faktor-faktor seperti keterikatan pada identitas Batak, pengalaman
merantau, tingkat pendidikan, dan interaksi dengan kelompok etnis lain
turut mempengaruhi penerimaan atau penolakan terhadap pernikahan antar
etnis. Penelitian ini menekankan pentingnya memahami konteks sosial dan
budaya dalam menginterpretasikan pemaknaan generasi Z Batak, sehingga
diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman lintas budaya
dan mendukung harmoni antar etnis di Cilacap, Jawa Tengah.Kata kunci:
Pernikahan antar etnis, Identitas, Batak, Gen Z