Penyakit hawar daun banyak menyerang berbagai jenis tanaman, salah satunya Eucalyptus spp. Fungi penyebab hawar daun pada Eucalyptus spp. di antaranya adalah spesies-spesies dari genus Colletotrichum, Diaporthe, serta Neofusicoccum parvum. Untuk mengatasi penyakit tanaman, saat ini banyak dikembangkan agen biokontrol berupa bakteri dan fungi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan antagonis, mekanisme antagonis, serta aktivitas kitinolitik dan selulolitik fungi Mortierella elongata dan Trichoderma spp. sebagai kandidat agen biokontrol yang mampu menghambat pertumbuhan patogen penyebab hawar daun secara in vitro. Analisis kemampuan antagonis fungi M. elongata dan Trichoderma spp terhadap Colletotrichum sp. UY1, Diaporthe sp. EC. 4.1, dan N. parvum UF2 dilakukan dengan metode dual culture. Pengamatan mekanisme antagonis berupa kompetisi dilakukan dengan mengamati koloni pertumbuhan fungi yang paling besar di antara fungi bionkontrol dan fungi patogen. Pengamatan mekanisme antagonis berupa antibiosis dilakukan dengan mengamati pembentukkan zona bening di antara fungi biokontrol dan fungi patogen. Pengamatan secara mikroskopis juga dilakukan untuk melihat adanya pembengkakan pada hifa fungi patogen. Selain itu, juga dilakukan uji aktivitas kitinolitik dan selulolitik dengan menggunakan media kitin agar dan CMC agar pada fungi M. elongata dan Trichoderma spp. Fungi M. elongata dan Trichoderma spp. memiliki daya hambat terhadap fungi patogen dengan kategori sedang hingga tinggi. Fungi M. elongata mampu menghambat fungi patogen dengan persentase daya hambat 39,78—68,99?n fungi Trcihoderma spp. mampu menghambat fungi patogen dengan persentase daya hambat 77,25—91,83%. Mekanisme antagonis berupa kompetisi ditunjukkan oleh Trichoderma spp. Mekanisme antagonis berupa antibiosis ditunjukkan oleh M. elongata TSW1F1. Hasil positif uji aktivitas kitinolitik dan selulolitik ditunjukkan oleh fungi M. elongata TSW1F1 dapat mengonfirmasi adanya mekanisme antagonis berupa antibiosis.