Terong susu merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa golongan alkaloid. Alkaloid merupakan golongan senyawa metabolit sekunder yang bersifat basa dengan satu atau lebih atom nitrogen. Alkaloid dalam tanaman terdapat dalam 2 bentuk, yaitu bentuk bebas dan berbentuk komplek (berikatan dengan mineral membentuk garam). Pelarut yang berbeda menghasilkan kadar alkaloid total yang berbeda juga. Oleh karena itu pada penelitian ini melakukan pengujian pengaruh variasi pelarut yaitu pelarut n-heksana (nonpolar), etil asetat (semipolar), dan metanol (polar). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi pelarut terhadap kadar total alkaloid pada terong susu.
Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi maserasi untuk mendapatkan ekstrak cair yang akan diujikan. Ekstraksi maserasi dilakukan dengan menimbang serbuk terong susu dan melarutkan dengan pelarut yang berbeda-beda yang didiamkan selama 3 hari kemudian diaduk secara berkala. Penelitian ini juga dilakukan uji kualitatif berupa analisis alkaloid menggunakan uji warna. Uji warna dilakukan dengan menambahkan beberapa tetes pereaksi Mayer dan pereaksi Dragendorf pada sampel. Hasil uji positif diperoleh apabila terbentuk endapan berwarna merah, dan beberapa tetes larutan pereaksi mayer reaksi positif ditandai dengan terbentuknya endapan berwarna putih. Pengujian kuantitatif dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Uji kuantitatif total alkaloid menggunakan standar Quinine.
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa uji kualitatif warna ketiga sampel menunjukkan hasil positif mengandung alkaloid. Hasil uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa hasil kadar alkaloid sampel dengan pelarut metanol, etil-asetat dan n-heksana berturut-turut yaitu sebesar 0,0258% (b/v), 0,0037% (b/v), dan 0,0034% (b/v). Pada uji statistik dapat disimpulkan bahwa perbedaan jenis pelarut yang digunakan memberikan pengaruh yang signifikan pada kadar alkaloid total.