Abstrak


Pengaruh Pemberian BAP Dan 2,4D Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Secara In Vitro


Oleh :
Edelweis Asrilika Agustina - H0720054 - Fak. Pertanian

Kentang merupakan tanaman hortikultura yang memiliki kandungan karbohidrat dan dijadikan sebagai bahan pangan.Kentang cukup banyak dibudidayakan untuk menunjang diversitas pangan dan bahan baku industri makanan, namun belum cukup untuk memenuhi kebutuhan kentang di Indonesia. Pengadaan bibit kentang sehat dan berkualitas belum memadai. Perbanyakan kentang dengan kultur jaringan dengan pemberian 2,4D dan BAP merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengadaan bibit kentang yang berkualitas dan kontinyu. Tujuan penelitian yaitu mengetahui interaksi penambahan 2,4D dan BAP terhadap pertumbuhan ekplan kentang, mengetahui pengaruh penambahan 2,4D terhadap pertumbuhan eksplan kentang, dan mengetahui pengaruh penambahan BAP terhadap pertumbuhan eksplan kentang. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi BAP (0; 1; 2; 3 ppm). Faktor kedua yaitu konsentrasi 2,4D (0; 0,5; 1; 1,5 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara BAP dan 2,4D ditunjukan jumlah akar, panjang akar dan tinggi tanaman kentang. Pada penambahan BAP 3 ppm + 2,4D 0,5 ppm menunjukkan jumlah akar paling banyak, dan pada penambahan BAP 0 ppm dan 2,4D 0 ppm menunjukkan panjang akar dan tinggi tanaman paling baik. Pemberian BAP 1 ppm lebih baik pada jumlah daun. Pemberian BAP 2 ppm lebih baik pada jumlah tunas. Pemberian 2,4D 1 ppm lebih baik pada jumlah daun.