Kentang merupakan tanaman hortikultura yang memiliki kandungan
karbohidrat dan dijadikan sebagai bahan pangan.Kentang cukup banyak
dibudidayakan untuk menunjang diversitas pangan dan bahan baku industri
makanan, namun belum cukup untuk memenuhi kebutuhan kentang di Indonesia.
Pengadaan bibit kentang sehat dan berkualitas belum memadai. Perbanyakan
kentang dengan kultur jaringan dengan pemberian 2,4D dan BAP merupakan
salah satu upaya untuk meningkatkan pengadaan bibit kentang yang berkualitas
dan kontinyu. Tujuan penelitian yaitu mengetahui interaksi penambahan 2,4D dan
BAP terhadap pertumbuhan ekplan kentang, mengetahui pengaruh penambahan
2,4D terhadap pertumbuhan eksplan kentang, dan mengetahui pengaruh
penambahan BAP terhadap pertumbuhan eksplan kentang. Percobaan ini menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor
pertama yaitu konsentrasi BAP (0; 1; 2; 3 ppm). Faktor kedua yaitu konsentrasi
2,4D (0; 0,5; 1; 1,5 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara BAP dan 2,4D
ditunjukan jumlah akar, panjang akar dan tinggi tanaman kentang. Pada
penambahan BAP 3 ppm + 2,4D 0,5 ppm menunjukkan jumlah akar paling banyak,
dan pada penambahan BAP 0 ppm dan 2,4D 0 ppm menunjukkan panjang akar
dan tinggi tanaman paling baik. Pemberian BAP 1 ppm lebih baik pada jumlah
daun. Pemberian BAP 2 ppm lebih baik pada jumlah tunas. Pemberian 2,4D 1 ppm
lebih baik pada jumlah daun.