Abstrak


Pengaruh Pemberian Minyak Ikan Bandeng (Chanos chanos) Terhadap Kadar Bilirubin Tikus Yang Diinduksi Rifampicin Dan Isoniazid


Oleh :
Aulia Hanundita Maharani - V3721012 - Sekolah Vokasi

Tuberculosis merupakan penyakit menular akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru. Efek samping utama obat anti-tuberculosis adalah hepatotoksik yang ditandai oleh peningkatan kadar bilirubin. Peningkatan kadar bilirubin akibat induksi OAT memberi efek jangka panjang lebih parah terhadap kerusakan hati, sehingga perlu upaya penanggulangan menggunakan bahan alam seperti minyak ikan, salah satunya ikan bandeng (Chanos chanos). Kandungan omega-3 dalam ikan bandeng membantu mengurangi peradangan dan membantu melindungi fungsi hati. Pada penelitian ini digunakan minyak ikan bandeng sebagai agen hepatoprotektif pada model tikus yang diinduksi Rifampicin dan Isoniazid untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kadar bilirubin. Penggunaan sylimarin dalam penelitian ini dipilih karena adanya kandungan silibinin yang sering digunakan untuk mengobati berbagai gangguan hepar termasuk jaundice dan sirosis. Penelitian dilakukan menggunakan tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok uji meliputi : kelompok normal (aquadest), kelompok negatif (Isoniazid 100 mg/ kg/hari dan Rifampicin 100 mg/ kg/hari), kelompok positif (sylimarin 50 mg/kg/ hari; 1 jam kemudian diinduksi Isoniazid 100 mg/ kg/hari dan Rifampicin 100 mg/ kg/hari, kelompok dosis minyak ikan rendah (100 mg/kg/ hari; 1 jam kemudian diinduksi Isoniazid 100 mg/ kg/hari dan Rifampicin 100 mg/ kg/hari), dan kelompok dosis minyak ikan tinggi (300 mg/kg/ hari; 1 jam kemudian diinduksi Isoniazid 100 mg/ kg/hari dan Rifampicin 100 mg/ kg/hari). Data yang diperoleh diuji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, homogenitas menggunakan Levene Test, dan diuji dengan metode one way ANOVA menggunakan post-hoc Games-Howell. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa dosis minyak ikan 100 mg/kg/hari memiliki hasil paling baik sebagai agen hepatoprotektif dibuktikan pada penurunan kadar bilirubin dengan beda signifikan p ≤ 0,05 terhadap kelompok dosis minyak ikan 300 mg/kg/hari. Pemberian sylimarin juga menunjukkan hasil beda cukup signifikan dibanding kelompok negatif ditunjukkan dari grafik rata-rata penurunan kadar bilirubin. Hal ini menunjukkan bahwa minyak ikan bandeng (Chanos chanos) dan sylimarin dapat dikembangkan sebagai suplemen pendamping terapi TB karena terbukti menurunkan kadar bilirubin. Akan tetapi, masih perlu adanya studi lanjut mengenai pengaruh variasi kombinasi minyak ikan bandeng dengan bahan alam lain serta perlu adanya uji histologi pada hepar hewan uji untuk mengetahui perubahan yang terjadi pasca penelitian dengan kondisi hepar normal.