Inflamasi artritis ditandai dengan adanya peradangan sendi (sinovitis)
dan peningkatan ekspresi matriks metalloproteinase-3 (MMP-3). Asam lemak tak
jenuh ganda (polyunsaturated fatty acid/PUFA)
bermanfaat untuk penderita artritis karena memiliki efek imunomodulator pada
sendi yang membengkak dan nyeri, sehingga PUFA dapat memodulasi aktivitas
penyakit pada artritis. Polyunsaturated
Fatty Acid dapat dikonsumsi dalam bentuk minyak ikan (MI)
yang diekstrak. Ikan Rastrelliger kanagurta memiliki kandungan total PUFA sebesar 53,4?n 22,6% pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari
pengaruh minyak ikan Rastrelliger kanagurta terhadap ekspresi MMP-3 dan
histopatologi jaringan sendi pada inflamasi artritis.
Induksi artritis pada
tikus (Rattus novergicus) dilakukan dengan injeksi Complete Freud’s
Adjuvant (CFA; 5mg/ml) secara subplantar pada daerah metatarsal bagian kiri.
Minyak ikan Rastrelliger kanagurta diekstrak dari kulit ikan dengan
metode wet rendering. Minyak ikan diberikan secara oral (800 μl) selama 24
hari pada tikus sehari setelah diinduksi CFA. Area yang diinjeksi CFA diamati
untuk melihat ada tidaknya pembengkakan. Pengamatan jaringan sinovial dan
ekspresi MMP-3 dilakukan pada preparat histologis dengan pewarnaan
Hematoksilin-Eosin dan imunohistokimia. Penelitian dilakukan di laboratorium
Universitas Sebelas Maret. Skoring sinovitis mengacu pada Krenn’s synovitis
score. Skor ekspresi MMP-3 didapatkan dari Allred score. Data kuantitatif
yang diperoleh berupa tabulasi skor sinovitis dan skor ekspresi MMP-3. Skor
sinovitis dianalisis secara statistik dengan
uji Kruskal-Wallis dilanjut dengan uji Mann-Whitney dan skor ekspresi MMP-3 dianalisis
secara statistik dengan uji One Way ANOVA.