Abstrak


Model Supply Chain pada Produksi Kendaraan Listrik dengan Mempertimbangkan Pemasaran Produk dan Subsidi Pemerintah


Oleh :
Clarinda Cheril Wikana - M0120017 - Fak. MIPA

Tingginya tingkat penggunaan kendaraan konvensional berbahan bakar fosil di masyarakat memberikan dampak yang merugikan bagi lingkungan, terutama dalam hal peningkatan emisi karbon yang berkontribusi pada perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Upaya untuk mengatasi masalah ini, kendaraan listrik berenergi baterai telah dikembangkan. Tujuan diciptakannya kendaraan listrik untuk mengurangi produksi gas emisi yang merugikan lingkungan. Dalam hal ini, peran supply chain menjadi sangat penting. Supply chain merupakan serangkaian langkah atau proses dari produksi hingga distribusi produk kepada konsumen akhir. Supply chain tidak hanya bertanggung jawab dalam memenuhi permintaan pelanggan, tetapi juga dalam menjaga efisiensi operasional, mengurangi biaya, serta memastikan kualitas produk dan layanan yang diberikan. Dengan demikian, supply chain memiliki peran sentral dalam mendukung peralihan menujukkandaraan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan model supply chain pada produksi kendaraan listrik dengan mempertimbangkan pemasaran produk dan subsidi pemerintah, menentukan penyelesaian optimum, kemudian melakukan perbandingan model, menerapkan model dengan nilai parameter dari penelitian Fan et al. dan Han et al., serta melakukan eksperimen numerik untuk mengetahui pengaruh perubahan nilai parameter terhadap nilai optimum. Penelitian ini menggunakan metode berupa studi literatur. Studi literatur dilakukan dengan mengkaji penelitian terdahulu dan menambahkan asumsi yaitu pihak pengecer serta parameter subsidi pemerintah (h). Selanjutnya, menggunakan optimasi fungsi multivariabel dan metode Stackelberg untuk menyelesaikan masalah optimasi, menerapkan penyelesaian optimum dengan memberi nilai setiap parameter berdasarkan rujukan, dan melakukan eksperimen numerik dengan mengubah salah satu nilai parameter untuk mengetahui pengaruh perubahan parameter terhadap penyelesaian optimum. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh model supply chain untuk memaksimumkan setiap fungsi objektif tanpa adanya kendala. Pada penelitian ini, model supply chain terdiri atas model nonkooperatif, model kooperatif pemasok dan produsen A, serta model kooperatif pemasok dan produsen B yang diformulasikan dengan penambahan pihak pengecer sebagai pemasaran produk dan pihak pemerintah. Penyelesaian optimum yang diperoleh berupa keuntungan maksimum pemasok, produsen A, produsen B, dan pengecer dari konsumen kendaraan listrik A dan B. Perbandingan model memberikan hasil, model kooperatif pemasok dan produsen A lebih menguntungkan pihak produsen kendaraan listrik dibandingkan model nonkooperatif serta model kooperatif pemasok dan produsen B. Penerapan dengan nilai parameter dari penelitian Fan et al. dan Han et al. diperoleh nilai optimum untuk model nonkooperatif, model kooperatif pemasok dan produsen A, serta model kooperatif pemasok dan produsen B. Eksperimen numerik menunjukkan bahwa perubahan nilai parameter memengaruhi nilai optimum yang diperoleh.