Gunung Lawu merupakan salah satu gunung berapi aktif di zona geologi dengan
aktivitas tektonik tinggi. Kondisi ini menjadikannya objek penelitian geologi yang
menarik, terutama dalam hal energi panas bumi. Untuk mengeksplorasi potensi energi
panas bumi dan memahami struktur bawah permukaan di daerah Gunung Lawu,
dilakukan sebuah studi menggunakan metode gravitasi, yang memanfaatkan data dari
satelit GRACE, GOCE, dan EGM-2008 untuk pemodelan bawah permukaan
menggunakan metode Forward Modelling. Hasil dari pemodelan ini menunjukkan
bahwa Gunung Lawu memiliki komposisi geologi yang didominasi oleh batuan
vulkanik seperti tuff dan breksi, serta batuan vulkanik dari Gunung Jobolarangan yang
terdiri dari breksi Jobolarangan dan tuff. Selain itu, ditemukan juga batuan lava andesit,
basalt, kuarsa, dan pasir vulkanik. Selain itu, diidentifikasi model melewati antiklin,
sehingga dapat diidentifikasi adanya sesar normal karena arah utara lebih rendah dari
pada selatan. Ditemukannya sesar tersebut merupakan salah satu bagian dari sistem
geothermal. Struktur inilah yang membuat fluida dalam bumi dapat mencapai
permukaan.