RINGKASAN DISERTASI
Fenomena revolusi teknologi informasi dan industri 4.0 telah mendorong
hadirnya era disrupsi. Bagi industri media, era disrupsi menjadi sebuah
tantangan yang besar, mengingat berbagai hasil penelitian terdahulu
menyebutkan bahwa salah satu sektor yang yang paling potensial terancam
disrupsi adalah industri media. Tantangan tersebut menjadi penting untuk
dikelola dengan baik agar media dapat terus menjaga eksistensi atau
viabilitynya. Selama ini dalam konteks manajemen media dikenal tiga pilar
penting yang meliputi audiens, konten dan kapital. Ketiga pilar tersebut
merupakan formulasi enam dimensi kompetisi dalam ekologi media yang
dikembangkan oleh Dimmick, dan menjadi fondasi dalam penelitian ini.
Hadirnya era disrupsi, dimana perubahan-perubahan banyak terjadi, maka
diperlukan kajian yang lebih komprehensif di level sistem makro. Penelitian ini
mencoba melihat bagaimana perubahan-perubahan di level lingkungan makro
seperti sosial-budaya, ekonomi, politik dan teknologi mempengaruhi media dan
menjadi bentuk disrupsi.
Sebagai fokus utama, penelitian ingin melihat, 1) bagaimana perubahan
perubahan yang terjadi dalam ekosistem media sebagai bentuk disrupsi media
yang diidentifikasi melalui teori ekologi media. 2) Bagaimana respon strategis
industri media televisi di Indonesia, terutama yang menjadi subjek dalam
penelitian ini dalam menghadapi disrupsi, serta upaya inovasi dan transformasi
yang dikembangkan oleh industri media televisi, melalui lensa teori
mediamorphosis. 3) mengkonstruksikan model manajemen strategis yang
dikembangkan industri media penyiaran terutama televisi di Indonesia dalam
menyikapi dan mengelola disrupsi.
Menggunakan metode campuran atau mix method dengan pendekatan
studi kasus pada industri media penyiaran televisi di Indonesia, penelitian ini
menghasilkan beberapa temuan sebagai berikut: Ada perubahan-perubahan
didalam ekologi media yang dipicu adanya berbagai inovasi teknologi yang
mengganggu/ disruptif pada industri media penyiaran televisi di Indonesia.
Berdasarkan identifikasi faktor makro: 1) pada aspek sosial terdapat perubahan
pada perilaku audience menggunakan media, 2) dari faktor teknologi, ada
perubahan dan tantangan transformasi media multiplatform, 3) pada aspek
ekonomi, ada perubahan model bisnis dan orientasi advertiser, 4) dari aspek
politik ada tantangan regulasi konten dan digitalisasi yang harus diikuti oleh
industri media penyiaran televisi.
Menyikapi disrupsi dan tantangan berbagai perubahan dalam ekosistem
media, maka berbagai industri media sebagai unit analisis didalam penelitian ini
yaitu: TVRI Jateng, TVKU, Kompas TV Jateng, Surya Citra Media dan MNC
Media Group, membangun respon strategis dalam bentuk perservering
(bertahan) dan inovating (berinovasi). Media mengembangkan berbagai inovasi
meliputi inovasi produk, proses, posisi, paradigmatik serta inovasi sosial. Media
juga melakukan transformasi/ mediamophosis agar dapat relevan dengan
perkembangan zaman dan terjaga eksistensi serta viabilitynya.
Berdasarkan pilar media viability, dalam penelitian ini ditemukan ada
berbagai faktor penting yang mempengaruhi kelangsungan hidup atau viabilitas
media, yaitu trust (kepercayaan/ media harus dapat dipercaya), serta berbagai
v
elemen lainnya yang meliputi: kemampuan transformatif, kekuatan riset dan
pengembangan (inovasi), sinergi, kebermanfaatan, serta talent/ SDM.
Dalam menjaga viabilitas media menghadapi tantangan disrupsi dan
perubahan ekologi media tersebut, media televisi mengembangkan manajemen
strategis yang berdasarkan hasil penelitian ini dikonstruksikan dalam tahapan
sebagai berikut: (1) Memantau perubahan-perubahan dalam ekosistem media
agar media dapat segera menyadari adanya disrupsi, (2) Mengukur kinerja atau
kesenjangan yang terjadi (analisis internal), (3) Beradaptasi agar selalu relevan
dengan perubahan, (4) Mengembangkan inovasi agar tidak terjebak inersia, (5)
Bertindak humanis atau mengedepankan kemanusiaan, trust, dan menjalankan
fungsi tanggung jawab sosial media.
Hasil penelitian ini memiliki implikasi teoritis pada sejumlah teori yang
digunakan diantaranya terkait pengembangan teori ekologi media, teori niche
dalam aspek jenis sumber daya media, teori mediamorphosis dalam hal prinsip
delayed adoption, serta pengembangan dalam teori manajemen media dan
konsep media viability. Selain itu hasil penelitian juga memiliki implikasi
praktis dalam bentuk model manajemen strategis media yang dapat digunakan
sebagai referensi atau panduan pengelola media dalam menghadapi disrupsi.