Abstrak


Disrupsi Media Televisi


Oleh :
Lisa Mardiana - T201608003 - Fak. ISIP

RINGKASAN DISERTASI Fenomena revolusi teknologi informasi dan industri 4.0 telah mendorong hadirnya era disrupsi. Bagi industri media, era disrupsi menjadi sebuah tantangan yang besar, mengingat berbagai hasil penelitian terdahulu menyebutkan bahwa salah satu sektor yang yang paling potensial terancam disrupsi adalah industri media. Tantangan tersebut menjadi penting untuk dikelola dengan baik agar media dapat terus menjaga eksistensi atau viabilitynya. Selama ini dalam konteks manajemen media dikenal tiga pilar penting yang meliputi audiens, konten dan kapital. Ketiga pilar tersebut merupakan formulasi enam dimensi kompetisi dalam ekologi media yang dikembangkan oleh Dimmick, dan menjadi fondasi dalam penelitian ini. Hadirnya era disrupsi, dimana perubahan-perubahan banyak terjadi, maka diperlukan kajian yang lebih komprehensif di level sistem makro. Penelitian ini mencoba melihat bagaimana perubahan-perubahan di level lingkungan makro seperti sosial-budaya, ekonomi, politik dan teknologi mempengaruhi media dan menjadi bentuk disrupsi. Sebagai fokus utama, penelitian ingin melihat, 1) bagaimana perubahan perubahan yang terjadi dalam ekosistem media sebagai bentuk disrupsi media yang diidentifikasi melalui teori ekologi media. 2) Bagaimana respon strategis industri media televisi di Indonesia, terutama yang menjadi subjek dalam penelitian ini dalam menghadapi disrupsi, serta upaya inovasi dan transformasi yang dikembangkan oleh industri media televisi, melalui lensa teori mediamorphosis. 3) mengkonstruksikan model manajemen strategis yang dikembangkan industri media penyiaran terutama televisi di Indonesia dalam menyikapi dan mengelola disrupsi. Menggunakan metode campuran atau mix method dengan pendekatan studi kasus pada industri media penyiaran televisi di Indonesia, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan sebagai berikut: Ada perubahan-perubahan didalam ekologi media yang dipicu adanya berbagai inovasi teknologi yang mengganggu/ disruptif pada industri media penyiaran televisi di Indonesia. Berdasarkan identifikasi faktor makro: 1) pada aspek sosial terdapat perubahan pada perilaku audience menggunakan media, 2) dari faktor teknologi, ada perubahan dan tantangan transformasi media multiplatform, 3) pada aspek ekonomi, ada perubahan model bisnis dan orientasi advertiser, 4) dari aspek politik ada tantangan regulasi konten dan digitalisasi yang harus diikuti oleh industri media penyiaran televisi. Menyikapi disrupsi dan tantangan berbagai perubahan dalam ekosistem media, maka berbagai industri media sebagai unit analisis didalam penelitian ini yaitu: TVRI Jateng, TVKU, Kompas TV Jateng, Surya Citra Media dan MNC Media Group, membangun respon strategis dalam bentuk perservering (bertahan) dan inovating (berinovasi). Media mengembangkan berbagai inovasi meliputi inovasi produk, proses, posisi, paradigmatik serta inovasi sosial. Media juga melakukan transformasi/ mediamophosis agar dapat relevan dengan perkembangan zaman dan terjaga eksistensi serta viabilitynya. Berdasarkan pilar media viability, dalam penelitian ini ditemukan ada berbagai faktor penting yang mempengaruhi kelangsungan hidup atau viabilitas media, yaitu trust (kepercayaan/ media harus dapat dipercaya), serta berbagai v elemen lainnya yang meliputi: kemampuan transformatif, kekuatan riset dan pengembangan (inovasi), sinergi, kebermanfaatan, serta talent/ SDM. Dalam menjaga viabilitas media menghadapi tantangan disrupsi dan perubahan ekologi media tersebut, media televisi mengembangkan manajemen strategis yang berdasarkan hasil penelitian ini dikonstruksikan dalam tahapan sebagai berikut: (1) Memantau perubahan-perubahan dalam ekosistem media agar media dapat segera menyadari adanya disrupsi, (2) Mengukur kinerja atau kesenjangan yang terjadi (analisis internal), (3) Beradaptasi agar selalu relevan dengan perubahan, (4) Mengembangkan inovasi agar tidak terjebak inersia, (5) Bertindak humanis atau mengedepankan kemanusiaan, trust, dan menjalankan fungsi tanggung jawab sosial media. Hasil penelitian ini memiliki implikasi teoritis pada sejumlah teori yang digunakan diantaranya terkait pengembangan teori ekologi media, teori niche dalam aspek jenis sumber daya media, teori mediamorphosis dalam hal prinsip delayed adoption, serta pengembangan dalam teori manajemen media dan konsep media viability. Selain itu hasil penelitian juga memiliki implikasi praktis dalam bentuk model manajemen strategis media yang dapat digunakan sebagai referensi atau panduan pengelola media dalam menghadapi disrupsi.