Tren penggunaan teknik fabric manipulation seperti shirring terus berulang setiap beberapa tahun sekali, pengulangan ini terjadi karena adanya permintaan pasar terhadap produk tersebut. Motif shirring yang beredar dipasaran merupakan motif garis horizontal yang terdiri dari beberapa baris. Kurang adanya alternatif motif dari teknik shirring, menjadi celah perancangan untuk mengulang mode fesyen shirring sekaligus menambahkan variasi ragam motif pola shirring yang berbeda dari motif shirring yang beredar dipasaran. Karya yang dirancang ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar terhadap produk pakaian wanita dengan tambahan teknik shirring. Metode perancangan yang digunakan sebagai cara penyelesaian masalah adalah teori SP Gustami. Tahap yang dilakukan dalam penyelesaian masalah yaitu tahap eksplorasi, perancangan dan perwujudan dengan melakukan 6 langkah. Hasil perancangan berupa motif shirring yang berbeda dari motif yang beredar dipasaran dengan membuat motif berbentuk geometri meander yang diaplikasikan pada produk pakaian blus wanita. Temuan yang didapat dari perancangan ini yaitu motif teknik shirring tidak hanya dapat diaplikasikan menggunakan motif horizontal saja, tapi dapat digayakan dengan menggunakan bentuk geometri yang menciptakan tekstur diatas kain mengikuti pola motif yang dirancang.