Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi bencana tanah longsor
yang besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pada
Januari – April 2024 terjadi 183 kejadian tanah longsor. Sehingga diperlukan sistem
peringatan dini tanah longsor untuk mengurangi dampak kerugian materi maupun
korban jiwa. Pada penelitian ini telah berhasil dibuat prototipe sistem peringatan
dini tanah longsor dengan serat optik berbasis pegas. Diameter pegas divariasi
sebesar 23,15 mm dan 17,44 mm. Hasil menunjukkan bahwa semakin besar massa
beban, semakin besar tegangan keluaran yang dihasilkan. Konstanta pegas (k)
untuk koil berdiameter 23,15 mm dan 17,44 mm sebsar 38,80 N/m dan 96,89 N/m.
Pengujian dengan variasi bidang geser menunjukkan koil berdiameter 23,15 mm
menghasilkan tegangan keluaran yang semakin meningkat. Sementara koil
berdiameter 17,44 mm memiliki hasil tegangan keluaran yang cenderung sama pada
pergeseran bidang geser 2 - 5 cm. Nilai persamaan linear daerah kerja untuk pegas
berdiameter 23,15 mm dan 17,44 mm berturut adalah y = 0,92577x + 0,09888 dan
y = 0,21571x + 0,01067 untuk variasi massa beban. Hasil memperlihatkan
sensitivitas elemen penginderaan serat optik sebesar 0,92577 mV/gram dan 0,21571
mV/gram. Sedangkan, untuk variasi bidang geser menghasilkan persamaan linear
daerah kerja y = 66,09084x + 0,76264 dan y = 19,14161x + 4,51653, yang
mengindikasikan sensitivitas elemen penginderaan serat optik 66,09084 mV/gram
dan 19,14161 mV/gram.