Fungi endofit
merupakan organisme yang berpotensi sebagai agen pengendali penyakit pada
tanaman. Eksplorasi fungi endofit dari jaringan tanaman yang toleran terhadap
suatu penyakit perlu dilakukan untuk memperoleh agen hayati yang tepat untuk
pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fungi endofit
sengon toleran karat puru sehingga dapat memberikan informasi tentang jenis dan
potensi fungi endofit sebagai agen biokontrol penyakit karat puru. Penelitian
ini dilakukan pada bulan Maret–Juli 2023
dan bulan Maret–Juni 2024 di Laboratorium Biologi FMIPA
UNS. Sampling dilakukan di hutan sengon yang terletak di Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara; Desa
Wonolelo, Desa Wonosari, dan Desa Pungangan, Kabupaten Wonosobo; serta Desa Purbasari, Desa
Sanguwatang, dan Desa Karangjambu, Kabupaten Purbalingga. Metode sampling yaitu
purposive sampling. Isolasi fungi endofit dilakukan dengan menanam
sampel batang, akar, dan serabut akar sengon pada media PDA hingga diperoleh
biakan murni, kemudian diidentifikasi secara morfologi makroskopis dan
mikroskopis, serta secara molekuler berdasarkan sekuen rDNA ITS–1 dan ITS–4.
Data penelitian dianalisis menggunakan BLAST dan MEGA 11. Hasil penelitian ini
berupa 19 isolat fungi endofit yang terbagi menjadi 15 spesies dari 13 genus
yang berbeda. Beberapa isolat fungi endofit berpotensi untuk dikembangkan
sebagai agen hayati dalam pengendalian karat puru. Isolat fungi endofit lainnya
diperlukan kajian yang lebih mendalam lagi karena dilaporkan berperan sebagai
patogen pada tanaman lain.