Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Yayasan Pucung
Mandiri Sejahtera menjadi wadah pemberdayaan penyandang disabilitas di Desa
Pucung Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini terdapat delapan subjek yaitu kepala
desa, ketua yayasan, pendamping, anggota disabilitas dan masyarakat umum.
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara,
observasi parisipasif dan studi dokumen. Teknik uji validitas yang digunakan
adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dalam penelitian ini
menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data
dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan kesadaran Masyarakat mengenai pentingnya pengembangan penyandang disabilitas di
Yayasan Pucung Mandiri Sejahtera melalui tiga tahap yaitu penyadaran,
pengkapasitasan dan pemberian daya. Kedua adalah deskripsi upaya Yayasan
Pucung Mandiri Sejahtera dalam memberdayakan penyandang disabilitas melalui
beberapa program kerja (1) program kerja terus menerus yang berupa pembuatan
batik, pemberdayaan binatang ternak, bekerjasama dengan lembaga lain dan
designer jogja, (2) Program kerja insidental berupa pelatihan membatik ke seolahseolah dan (3) Program kerja tentatif berupa kerjasama dengan BBPRSPDI
Temanggung, (4) Pelatihan batik dengan KAGAMA UGM, (5) Kerjasama dengan
CSR PLN dan (6) Bekerjasama dengan komunitas batik Wonogiren. Ketiga adalah
deskripsi pencapaian Yayasan Pucung Mandiri Sejahtera yaitu (1) Juara SDA, (2)
Juara 2 ICD BUMN, (3) Mendapat bantuan TJL PLN, (4) Mendapatkan SK
Yayasan, (5) Batik karya yayasan dipakai dalam Malang Fashion Week dan (6)
Kerjasama dengan berbagai instansi. Keempat adalah diskrispi hambatan yang
dialami oleh Yayasan Pucung Mandiri Sejahtera yaitu (1) Permasalahan pengiriman
barang, (2) Kurangnya motivasi disabilitas dalam mengikuti pemberdayaan, (3)
Lokasi yang jauh dan (4) Kurangnya transportasi.