Struvite dapat disintesis dari air limbah yang memiliki konsentrasi N dan P tinggi,
sehingga sering dimanfaatkan untuk menghilangkan kandungan N dan P dalam air
limbah melalui presipitasi struvite. Namun, presipitasi struvite menggunakan air
limbah menghasilkan produk akhir dengan kemurnian rendah karena banyaknya
ion pengotor. Pada penelitian ini, dilakukan sintesis struvite dengan metode
presipitasi menggunakan MgCl2⸳6H2O, Na2HPO4⸳2H2O, dan NH4Cl sebagai bahan
utama penyedia ion-ion pembentuk struvite, yaitu ion Mg2+
, PO4
3-
, dan NH4
+
.
Variasi terhadap rasio molar Mg:N:P 1:1:1. 1:2:1, dan 1;1:2 juga pH 9, 10, dan 11
dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi parameter pada struvite yang
terbentuk. Studi adsorpsi struvite yang meliputi pengaruh pH, konsentrasi awal, dan
waktu kontak dilakukan pada metil jingga dan metilen biru. Identifikasi struvite
dilakukan menggunakan XRD, FTIR, SEM-EDX, dan SAA. Struvite yang
disintesis menunjukkan puncak difraktogram yng sesuai dengan struvite referensi
ICSD 14269. Karakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan keberadaan gugus
fungsi N-H, O-H, P-H2O, dan logam-O yang mengindikasikan terbentuknya
struvite. Berdasarkan hasil penelitian, struvite memiliki bentuk memanjang dengan
ujung sedikit lancip dan luas permukaan sebesar 2,948 m2
/g dengan diameter pori
3,395 nm, sehingga dapat dikategorikan sebagai material mesopori. Dari studi
adsorpsi, diketahui bahwa adsorpsi metil jingga dan metilen biru menggunkan
struvite sesuai dengan model isoterm Freundlich dan model kinetika pseudo-second
order dengan kapasitas adsorpsi pada metil jingga di rentang konsentrasi 100-250
mg/L sebesar 261,34 mg/g dan 33,61 mg/g untuk metilen biru pada rentang
konsentrasi 10-50 mg/L.