Abstrak


Sintesis Struvite dengan Metode Presipitasi dan Studi Adsorpsinya pada Metil Jingga dan Metilen Biru


Oleh :
Nur Jannah Setyaningsih - M0320059 - Fak. MIPA

Struvite dapat disintesis dari air limbah yang memiliki konsentrasi N dan P tinggi, sehingga sering dimanfaatkan untuk menghilangkan kandungan N dan P dalam air limbah melalui presipitasi struvite. Namun, presipitasi struvite menggunakan air limbah menghasilkan produk akhir dengan kemurnian rendah karena banyaknya ion pengotor. Pada penelitian ini, dilakukan sintesis struvite dengan metode presipitasi menggunakan MgCl2⸳6H2O, Na2HPO4⸳2H2O, dan NH4Cl sebagai bahan utama penyedia ion-ion pembentuk struvite, yaitu ion Mg2+ , PO4 3- , dan NH4 + . Variasi terhadap rasio molar Mg:N:P 1:1:1. 1:2:1, dan 1;1:2 juga pH 9, 10, dan 11 dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi parameter pada struvite yang terbentuk. Studi adsorpsi struvite yang meliputi pengaruh pH, konsentrasi awal, dan waktu kontak dilakukan pada metil jingga dan metilen biru. Identifikasi struvite dilakukan menggunakan XRD, FTIR, SEM-EDX, dan SAA. Struvite yang disintesis menunjukkan puncak difraktogram yng sesuai dengan struvite referensi ICSD 14269. Karakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan keberadaan gugus fungsi N-H, O-H, P-H2O, dan logam-O yang mengindikasikan terbentuknya struvite. Berdasarkan hasil penelitian, struvite memiliki bentuk memanjang dengan ujung sedikit lancip dan luas permukaan sebesar 2,948 m2 /g dengan diameter pori 3,395 nm, sehingga dapat dikategorikan sebagai material mesopori. Dari studi adsorpsi, diketahui bahwa adsorpsi metil jingga dan metilen biru menggunkan struvite sesuai dengan model isoterm Freundlich dan model kinetika pseudo-second order dengan kapasitas adsorpsi pada metil jingga di rentang konsentrasi 100-250 mg/L sebesar 261,34 mg/g dan 33,61 mg/g untuk metilen biru pada rentang konsentrasi 10-50 mg/L.