Terong susu memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder salah satunya yaitu alkaloid yang memiliki banyak khasiat seperti antioksidan, antiinflamasi, dan antipiretik serta mampu mengobati berbagai penyakit. Pemilihan variasi konsentrasi etanol sebagai pelarut ekstraksi terong susu karena pelarut polar khususnya etanol mampu mampu mengikat senyawa aktif dengan tingkat kepolaran tertentu dan metabolit sekunder alkaloid juga lebih mudah tersari dalam pelarut polar seperti etanol. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kadar alkaloid total ekstrak terong susu dengan perbedaan konsentrasi pelarut etanol 50%, 70%, dan 90%.Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dan ekstrak diuapkan dengan rotary evaporator pada suhu 50˚C dan penguapan dengan waterbath sampai menjadi ekstrak kental. Identifikasi alkaloid ekstrak menggunakan pereaksi Mayer dan Dragendroff kemudian analisis kadar alkaloid total dilakukan dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Data dianalisis dengan SPSS 26 menggunakan Kruskal Wallis.Hasil penelitian menunjukkan identifikasi alkaloid dengan semua pereaksi dinyatakan positif mengandung alkaloid pada ekstrak. Hasil kadar alkaloid ekstrak terong susu dengan pelarut 50% sebesar 0,48%, dengan pelarut etanol 70% sebesar 0,30%, dan pelarut etanol 96% sebesar 0,86%. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak terong susu dengan konsentrasi pelarut etanol 96% menunjukkan kadar alkaloid yang tertinggi. Berdasarkan uji Kruskal Wallis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,014 (P<0>