;
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai penggunaan bahasa
Jawa untuk katering dan bakeri melalui percakapan memperlihatkan bentuk penggunaan bahasa secara khusus dan memiliki karakteristik khas untuk katering dan bakeri di Surakarta
meliputi diksi, bentuk pemanfaatan gaya bahasa, serta mendeskripsikan
terciptanya kerata basa dalam katering dan bakeri di Surakarta.
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah wacana dialog oleh pejasa boga dan baker dalam katering dan bakeri di Surakarta. Data berjumlah 38 wacana dialog yang mengandung tuturan yang berasal dari industri skala kecil sebanyak 14 buah, data yang berasal
dari industri skala besar terdapat
24 buah. Sumber data
berwujud peristiwa tutur penggunaan bahasa
Jawa dalam catering dan bakeri di
Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan cara
observasi (pengamatan). Teknik
pengumpulan data dengan menyadap dan merekam pembicaraan dalam katering dan
bakeri di Surakarta. Data dianalisis dengan metode
padan.
Berdasarkan temuan dan pembahasan penelitian, menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Jawa dalam
catering dan bakeri di Surakarta
menunjukkan ciri-ciri kebahasaan yang khas. Kekhasan
tersebut menunjukkan penggunaan
diksi dalam katering dan bakeri meliputi aktivitas pembuatan hingga
pengemasan,adanya pemanfaatn gaya bahasa dan kerata
basa dalam katering dan bakeri
di Surakarta. Diksi yang ditemukan berupa
penggunaan bahasa Jawa ragam informal, variasi pengurangan-penambahan bunyi,
kata sapaan atau penyebutan
orang dan penanda fatis. Pemanfaatan gaya bahasa dalam catering dan bakeri di Surakarta pada aktivitas pembuatan hingga
pengemasan didominasi
oleh gaya bahasa metafora
selanjutnya adapula gaya bahasa hiperbola, repetisi, dan metonimia. Kerata
basa banyak ditemukan dalam makanan tradisional Jawa dalam katering dan
bakeri. Kerata
basa digunakan dalam catering dan bakeri di Surakarta bertujuan untuk memecah suasana
agar menjadi nyaman dan santai.