Abstrak


Pengaruh Proporsi Kuning-Putih Telur dan Variasi Suhu terhadap Karakteristik Fisikokimia, Mikrobiologi, dan Sensori Bubuk Telur Asin Metode Pengering Kabinet


Oleh :
Annida Rachma Wijaya - H0920010 - Fak. Pertanian

Tingginya angka produksi telur itik di Indonesia tidak disertai dengan daya simpan yang panjang, meskipun telah melalui proses pengasinan. Pengeringan diharapkan dapat menjadi solusi dari masalah umur simpan tersebut. Ditunjang dengan meningkatnya tren makanan bubuk dan instan, diversifikasi pangan dalam bentuk bubuk telur asin menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Aroma, rasa, dan warna yang khas dari kuning telur asin membuatnya lebih banyak dimanfaatkan dan berujung pada terbuangnya bagian putih telur asin. Penggunaan pengering konveksional seperti pengering kabinet diharapkan mampu menghasilkan bubuk telur asin yang dapat diterima secara kimiawi, mikrobiologi, maupun sensori oleh panelis. Pengujian juga bertujuan untuk melihat tingkat penerimaan panelis dan karakteristik fisikokimia serta mikrobiologi terhadap bubuk telur asin yang menyertakan bagian putihnya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu proporsi kuning-putih telur, yaitu bagian kuning dibandingkan dengan putihnya (100:0; 50:50; dan 25:75) dan suhu pengeringan (60oC dan 70oC). Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali ulangan analisis. Uji ragam ANOVA (Analysis of Variance) melalui program SPSS 25.0 for windows dilakukan untuk menguji hipotesis dan dilanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bubuk telur asin dengan proporsi kuning-putih telur sebanyak 25:75 dan suhu pengeringan 70oC mendapatkan nilai akhir terbaik dari pengujian yang telah dilakukan.