;

Abstrak


Strategi mengajar guru dan keterlibatan orang tua dalam pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap di Sekolah Dasar Negeri Jetis Lor 3 Kabupaten Pacitan


Oleh :
Triana Rejekiningsih - S810908046 - Pascasarjana

ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk menggali informasi tentang strategi mengajar guru dalam Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR), mendeskripsikan keterlibatan orang tua dalam mendukung PKR, dan menganalisis hambatan penerapan PKR di SDN Jetis Lor 3 Kabupaten Pacitan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Jetis Lor 3 Kabupaten Pacitan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan analisis dokumen. Teknik analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif yang mengklasifikasikan data ke dalam tiga langkah yaitu reduksi, penyajian dan penyimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) Strategi mengajar guru dalam pelaksanaan Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) di SDN Jetis Lor 3 Kabupaten Pacitan adalah dengan menerapkan strategi mengajar : a) mengajar seluruh kelas, b) pengajaran individu, c) mengajar kelompok kecil, yang ketiganya digunakan secara bervariasi dan strategi PKR 211 yaitu dua kelas, satu mata pelajaran dan satu ruangan.. Namun sekolah ini lebih sering menerapkan strategi mengajar kelompok kecil karena paling efektif diterapkan dalam pembelajaran kelas rangkap. Guru membagi seluruh kelas dalam kelompok-kelompok yang terpusat pada siswa berdasarkan kelompok usia. Strategi belajar-mengajar yang dipilih oleh guru kelas rangkap disesuaikan dengan tujuan pengajaran serta materi yang serumpun; (2) Keterlibatan orang tua siswa dalam mendukung PKR yaitu melalui kerjasama yang dijalin bersama antara sekolah dan orang tua untuk menimbulkan kesadaran dan rasa memiliki bersama atas sekolah. Orang tua mendukung sekolah dengan memberikan bantuan yang di kelola bersama dengan Komite Sekolah. Walaupun dalam pelaksanaannya belum optimal dikarenakan masih belum optimalnya komite sekolah dalam melaksanakan peranannya; 3) Hambatan dalam penerapan PKR antara lain a) hambatan dari guru karena kurang meratanya pengetahuan tentang PKR, lemahnya koordinasi, kurangnya pelatihan dan tempat tinggal beberapa guru yang jauh dari sekolah; b) hambatan dari sekolah karena ruang kelas yang terbatas jumlahnya, terlalu sempit, dan terbatasnya media pembelajaran; c) hambatan dari pemerintah daerah karena tidak adanya program pemerintah yang berkaitan dengan PKR, belum ada monitoring dan evaluasi PKR, tidak adanya anggaran dana yang mendukung PKR, kurangnya koordinasi antara pihak terkait; d) hambatan dari orang tua, kurangnya komunikasi guru dengan orang tua siswa, kondisi geografi yang sulit dijangkau, terbatasnya pertemuan atau koordinasi antara sekolah dengan orang tua dan komite sekolah dan karena rendahnya kemampuan sosial ekonomi orang tua siswa