Produksi tahu didominasi oleh industri skala kecil hingga menengah sehingga menyebabkan proses dalam pengolahan limbahnya tidak dilakukan secara optimal. Limbah cair tahu masih banyak mengandung zat organik yang dapat menimbulkan rasa dan bau yang tidak sedap jika dibuang secara langsung. Limbah cair tahu mengandung 40 – 60% protein, 20 – 25% karbohidrat dan 10% lemak. Protein sebagai komponen utama zat organik limbah cair tahu belum banyak dimanfaatkan karena kurangnya informasi mengenai karakterisasi protein yang terdapat di dalam limbah cair tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi limbah cair tahu dan sifat intrinsik protein di dalam limbah cair tahu dengan menganalisis kadar protein, titik isoelektrik, berat molekul, derajat hidrolisis, hidrofobisitas permukaan, dan identifikasi dengan FTIR, serta dilakukan karakterisasi sifat fungsional berupa analisis aktvitas emulsi dan stabilitas emulsinya. Analisis limbah cair tahu menunjukkan masih banyak zat organik terkandung didalamnya dengan nilai TS, TSS dan COD yang tinggi. Berdasarkan penelitian didapatkan kadar protein pada sampel sebesar 2393,24 mg/L, titik isoelektrik pada pH 6, kandungan protein utama berupa β-Conglisinin(7S) dan glisinin (11S), derajat hidrolisis sebesar 1,8%, hidrofobisitas permukaan sebesar 13,28 µg, serta sifat fungsional berupa aktivitas emulsi sebesar 4,02E-05 m2/g dan stabilitas emulsi sebesar 18,45%. Karakterisasi dalam limbah cair tahu memiliki sifat yang hampir sama dengan protein kedelai komersial baik sifat intrinsik maupun fungsionalnya sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber alternatif protein