Latar Belakang: Usia balita merupakan periode penting dalam tumbuh
kembang anak karena pada masa ini menentukan pembentukan fisik, psikis, dan
intelegensi. Pada usia ini anak menjadi sangat rentan mengalami gangguan
kesehatan salah satunya adalah malnutrisi. Oleh karena itu, perlu
perhatian lebih pada faktor yang memengaruhi status gizi balita untuk
mencegah terjadinya malnutri. Faktor tersebut diantaranya pengetahuan ibu dan
pola asuh dalam pemberian makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan pola asuh dalam pemberian makan
dengan status gizi balita.
Metode: Penelitian ini
menggunakan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 85 responden
dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling
yaitu multistage random sampling. Variabel independent dalam penelitian
ini adalah pengetahuan ibu dan pola asuh dalam pemberian makan yang diukur
menggunakan kuesioner dan variabel dependen penelitian ini yaitu status gizi
balita berdasarkan penilaian status gizi dari WHO. Data dianalisis menggunakan uji sprearman rank dengan
tngkat kemaknaan p=0,05.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara
pengetahuan ibu dengan status gizi balita (p= 0,134) dan terdapat
hubungan signifikan antara pola asuh dalam pemberian makan dengan status gizi
balita (p = 0,003)
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh dalam pemberian makan terhadap status gizi balita, dimana pola asuh demokratis membantu optimalisasi status gizi balita. Diharapkan dilakukan edukasi terkait dengan pola asuh dalam pemberian makan sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak.