Instant rice merupakan produk pengembangan hasil pertanian yang dapat dikonsumsi sehari-hari ataupun untuk kepentingan darurat, seperti bencana alam. Selain itu, instant rice dapat memperpanjang umur simpan pada makanan pokok beras karena produk telah melalui berbagai proses, salah satunya proses pengeringan. Fleksibilitas konsumsi instant rice perlu didukung dengan kemasan yang digunakan. Instant rice membutuhkan kemasan yang ergonomis dengan bahan yang tahan akan suhu tinggi. Hal ini berkaitan dengan cara penyajian instant rice yang diseduh dengan air panas selama 15 menit. Kemasan yang tepat juga akan menghasilkan produk dengan daya tahan simpan lebih lama. Berdasarkan latar belakang tersebut, pengolahan instant rice hingga pengemasannya dilakukan pada penelitian ini. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui perbedaan beras asli dan instant rice dan mengetahui perbedaan karakteristik instant rice dengan tanpa kemasan dan variasi kemasan (PP, PE–EVOH, dan alumunium foil). Penelitian ini dilakukan uji fisik, kimia, dan sensori. Adapun rancangan penelitian yang disusun pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dan dilakukan analisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT apabila nilai p<0>instant rice selama penyimpanan pada suhu ruang. Adapun hasil penelitian pada instant rice variasi kemas dan tanpa kemas yang terdapat perbedaan signifikan pada beberapa parameter, seperti aktivitas air dan kadar air. Hasil sensoris sebelum rehidrasi menunjukkan perbedaan signifikan pada parameter tekstur dan kenampakan, sementara setelah rehidrasi tidak menunjukkan adanya beda signifikan.