Abstrak


Pengembangan Media Simulasi Augmented Reality (AR) pada Materi Mitigasi Bencana untuk Memberdayakan Problem Solving Skills (PSS) pada Peserta Didik SMP


Oleh :
Sekar Dewi Puspita Sari - K4520064 - Fak. KIP

Pendidikan di era digital saat ini, keterampilan problem solving menjadi aspek kunci untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan. Di tingkat SMP, siswa sering kesulitan menerapkan konsep kompleks seperti mitigasi risiko karena keterbatasan media pembelajaran yang ada. Augmented Reality (AR) menawarkan solusi inovatif dengan menyediakan pengalaman belajar yang interaktif dan imersif, mempermudah pemahaman konsep abstrak, dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran augmented reality (AR) yang dirancang untuk memberdayakan keterampilan problem solving siswa SMP dalam tema mitigasi bencana alam, serta menganalisis respon siswa dan guru terhadap media tersebut. Metode penelitian yang dipakai adalah research and development (RnD) atau pengembangan dengan jenis pengembangan oleh model ADDIE yang memiliki tahapan analysis, design, development, implementation, evaluation. Langkah-langkah yang dilakukan pada pengembangan ini adalah penyebarang angket analisis kebutuhan, perancangan media dengan membuat storyboard serta karakteristiknya, uji validasi ahli, serta uji angket respon media yang dikembangkan. Tempat dilakukan penelitian adalah di SMP 2 Muhammadiyah Surakarta dengan waktu penelitian di bulan agustusseptember. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 orang siswa kelas 8 SMP PKU Muhammadiyah, dan 2 orang guru IPA yang sudah tersertifikasi. Hasil dari penelitian adalah berupa hasil angket analisis kebutuhan siswa yang dianalisis, hasil validasi oleh ahli dan juga hasil dari pengisian angket respon. Validasi media pembelajaran dilakukan oleh dua orang ahli media, dan dua orang ahli materi. Hasil uji validitas oleh ahli materi dengan skor 0,90 (sangat layak), dan ahli media 0,92 (sangat layak). Uji coba didalam kelas dilakukan uji angket respon dengan menyebarkan kuesioner atau angket kepada guru dan siswa untuk mengumpulkan tanggapan mereka. Hasil analisis respon guru dan siswa membentuk karakteristik yang diharapkan dari media AR tersebut salah satunya adalah user-friendly dan dapat digunakan offline. Hasilnya juga mendapatkan respon yang sangat positif dari guru maupun siswa, sehingga media AR dalam kategori layak digunakan dalam pembelajaran.