Abstrak


Faktor-faktor Yang Memengaruhi Tingkat Adopsi Petani Kopi Arabika Java Sindoro-Sumbing Terhadap Standar Operasional Pengolahan Biji Kopi Berbasis Indikasi Geografis


Oleh :
Fatchul Ma'arif - H0419023 - Fak. Pertanian

Kopi merupakan salah satu hasil perkebunan yang memiliki produktivitas baik dan juga memiliki peran penting dalam menunjang peningkatan ekspor nonmigas di Indonesia. Salah satu jenis kopi adalah kopi arabika yang tumbuh di daerah Temanggung dengan nama Kopi Arabika Java Sindoro-Sumbing. Produksi kopi memerlukan pengolahan biji kopi yang sesuai standar operasional untuk mendapatkan cita rasa terbaik. Standar operasional pengolahan biji kopi sudah diatur dan dicantumkan di dalam Buku Indikasi Geografis Kopi Arabika Java Sindoro-Sumbing, sehingga perlu dilaksanakan oleh para petani pengolah guna mendapatkan cita rasa kopi arabika terbaik. Dibentuklah Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Arabika Java Sindoro-Sumbing (MPIG-KAJSS) untuk mengatur dan mendampingi para produsen kopi mengadopsi standar operasional.Tentunya proses adopsi standar indikasi geografis memerlukan proses atau tahapan yang nantinya akan dipengaruhi oleh faktor sosial. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mengkaji tingkat adopsi petani kopi arabika terhadap standar operasional pengolahan biji kopi berbasis indikasi geografis (2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat adopsi petani kopi arabika terhadap standar operasional pengolahan biji kopi berbasis indikasi geografis. (3) Menganalisis pengaruh antara faktor-faktor (umur, tingkat pendidikan, pendidikan non-formal, dan dukungan kelompok) terhadap tingkat adopsi petani kopi arabika dalam pelaksanaan standar operasional pengolahan biji kopi berbasis indikasi geografis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan wawancara kuesioner penelitian. Pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dengan teknik random sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 39 responden.  Analisis data menggunakan uji instrumen, uji asumsi klasik, dan uji regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 25.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Tingkat adopsi standar operasional pengolahan biji kopi berbasis indikasi geografis oleh petani kopi arabika di Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung termasuk dalam kategori sedang. (2) Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat adopsi standar operasional pengolah biji kopi berbasis indikasi geografis oleh petani kopi arabika terdiri dari umur, tingkat pendidikan, pendidikan non-formal, dan dukungan kelompok. (3) Secara simultan faktor umur, tingkat pendidikan, pendidikan non-formal, dan dukungan kelompok berpengaruh terhadap tingkat adopsi standar operasional pengolahan biji kopi. Secara parsial umur, tingkat pendidikan, dan pendidikan non-formal tidak berpengaruhi secara signifikan, sedangkan dukungan kelompok berpengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi standar operasional pengolahan biji kopi berbasis indikasi geografis oleh petani kopi arabika.