Abstrak
Kajian Gangguan Otot dan Rangka Pada Tenaga Medis Berdasarkan SNI 9011:2021 di Puskesmas Colomadu II
Oleh :
Mira Yunisa Amalia - I0320057 - Fak. Teknik
Gangguan otot dan rangka (GOTRAK) atau Musculoskeletal Disorders (MSDs)
umum terjadi pada tenaga medis akibat postur kerja yang salah dalam waktu yang
lama. Sejumlah 27,3% gangguan otot dan rangka dilaporkan di sektor layanan
kesehatan dan bantuan medis di Kanada pada tahun 2018. Puskesmas Colomadu II
sebagai salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama di Surakarta, ditemukan
adanya keluhan terkait GOTRAK pada tenaga medis akibat melakukan postur kerja
yang salah. Penelitian ini mengkaji tingkat risiko GOTRAK dan potensi bahaya
ergonomi di kalangan tenaga medis di Puskesmas Colomadu II melalui penilaian
menggunakan SNI 9011:2021. SNI 9011:2021 menyediakan tools untuk mengukur
tingkat risiko dari survei keluhan dan penilaian potensi bahaya ergonomi bagi
pekerja, meliputi keluhan postur kerja pada setiap bagian tubuhnya, penilaian tubuh
bagian atas dan bawah dengan mempertimbangkan durasi, getaran, dan beban
paparan potensi bahaya GOTRAK. Melalui wawancara, survei keluhan dan
observasi potensi bahaya ergonomi kepada enam tenaga medis, termasuk dokter
umum, dokter khusus lansia, dokter dan perawat gigi, serta dokter ibu dan anak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat dari enam pekerja mengalami tingkat
risiko tinggi GOTRAK pada beberapa segmen tubuh, terutama pada leher, bahu,
dan punggung bawah, tiga dari enam tenaga medis juga mengalami potensi bahaya
pada keadaan berbahaya. Salah satu faktor utamanya adalah karena fasilitas yang
belum memenuhi kriteria standar ergonomi sehingga tenaga medis harus
menyesuaikan postur kerja dengan berdiri dan membungkuk dalam durasi yang
lama agar pasien merasa nyaman dan tindakan berjalan dengan baik. Penelitian ini
mengusulkan beberapa perbaikan, seperti pembaruan dental unit, perbaikan layout
ruang pemeriksaan, dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk
perbaikan postur dan jadwal peregangan untuk mengurangi risiko GOTRAK.