Abstrak
Potensi Pemanfaatan Kembali Material Inti Penyerap dari Limbah Popok Bayi Sekali Pakai Melalui Teknik Hidrotermal dan Pengolahan Anaerobik
Oleh :
Abby Ramadhany Sujanti - M0320002 - Fak. MIPA
Penggunaan popok bayi sekali pakai semakin meningkat karena kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkannya. Namun, kurangnya sistem pengolahan yang efektif menyebabkan penumpukan limbah dan masalah lingkungan. Bank Sampah Bersinar (BSB) merupakan salah satu bank sampah yang menyediakan program pengolahan limbah popok bayi. BSB mengelola limbah tersebut bertujuan untuk memisahkan bagian seperti plastik dan serat yang bernilai ekonomis. Namun, bagian superabsorbent polymer (SAP) yang terdapat di dalam popok bayi tersebut belum dilakukan pengelolaan lebih lanjut. Sementara itu, kandungan urin serta feses yang terdapat di dalam superabsorbent polymer (SAP) perlu diperlakukan pengolahan secara tepat agar tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan seperti pencemaran tanah dan air. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan teknologi hidrotermal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu yang tepat untuk dapat digunakan dalam proses hidrotermal terhadap produk cair serta serat yang dihasilkan. Sistem pengolahan limbah inti penyerap yang terdapat di BSB dan di Laboratorium juga dilakukan evaluasi dengan menggunakan prinsip kesetimbangan massa, yang bertujuan untuk mengetahui metode pengolahan yang paling optimal dalam menghasilkan serat yang bernilai ekonomis. Proses hidrotermal dilakukan pada suhu 150°C, 175°C, dan 200°C selama 10 menit. Produk serat selanjutnya dilakukan analisis dengan SEM dan FTIR dan produk cair selanjutnya digunakan sebagai substrat untuk proses pengolahan anaerobik yang berlangsung selama 35 hari dan dilakukan pengujian COD, TS, VS dan pH. Hasil menunjukkan pada suhu 175°C menghasilkan serat optimal, sedangkan produk cair dari proses hidrotermal belum dapat dimanfaatkan untuk produksi biogas melalui pengolahan secara anaerobik, sehingga diketahui bahwa masih terdapat tantangan dalam memaksimalkan nilai tambah dari produk cair tersebut.