Abstrak
Analisis Pengaruh Penambahan Perlakuan Preheat Pada Kekuatan Sambungan Las Material Polyamide Dengan Metode Friction Stir Welding
Oleh :
Denar Prambana - I0420040 - Fak. Teknik
Friction
stir welding (FSW) merupakan salah satu metode
pengelasan yang memanfaatkan gesekan antara tool yang berputar dengan
material sehingga menghasilkan panas. FSW awalnya digunakan untuk penyambungan
aluminum. Beberapa tahun setelah penyambungan aluminum, FSW mulai digunakan
untuk penyambungan material, seperti polimer. Tetapi, hanya termoplastik yang
dapat disambung menggunakan FSW, seperti contohnya, poliamida. Poliamida
merupakan polimer yang digunakan industri manufaktur karena karakteristik
seperti durabilitas yang baik, ketangguhan, dan resistansi terhadap reaksi
kimia. Walaupun memiliki karakteristik yang baik, penyambungan material
poliamida menjadi salah satu tantangan akibat rendahnya nilai efisiensi
sambungan pengelasan. Nilai efisiensi sambungan poliamida hanya mencapai 35-40?ri material asli. Rendahnya nilai efisiensi disebabkan kurangnya suhu yang
dihasilkan saat pengelasan. Dengan demikian, penambahan pemanasan diperlukan
untuk meraih sambungan yang kuat dan nilai efisiensi yang tinggi. Pengujian
dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan temperatur pemanasan
terhadap kekuatan tarik dan morfologi dengan Scanning Electron Microscope (SEM).
Variasi suhu yang digunakan yaitu 0oC, 50oC, 65oC,
dan 80oC. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu yang
digunakan, kekuatan tarik juga meningkat. Nilai kekuatan tarik tertinggi diraih
pada suhu 80oC dengan nilai 16.00 MPa dengan persentase 33.33% lebih
tinggi dari 0oC dengan nilai 12.00 MPa.