Pendahuluan: Sindrom Sjögren (SS) merupakan penyakit autoimun sistemik yang kompleks dan multifaktorial. Belum ada obat yang efektif untuk penatalaksanaan etiologi Sindrom Sjögren. Maka, dibutuhkan terapi tambahan, salah satunya terapi vitamin D yang berperan sebagai imunomodulator.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dengan desain pretest dan posttest pada kelompok intervensi dan kontrol. Sampel terdiri dari 34 pasien yang terdiagnosis penyakit SS, yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi sebagai kelompok yang diberikan intervensi berupa pemberian suplementasi vitamin D3 5000 IU tiap hari selama 3 bulan, dan kelompok kontrol yang tidak diberikan suplementasi. Subjek penelitian akan diperiksa kadar interleukin-6 (IL-6) dan hitung neutrofil pada hari ke-1 dan hari ke-90. Data yang dimiliki kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Independent T-Test untuk mengukur signifikansi perubahannya.
Hasil: Didapatkan penurunan sebesar 27,26 (54%) pada kadar IL-6 untuk kelompok intervensi, sedangkan peningkatan sebesar 3,1 (6%) pada kelompok kontrol. Untuk hasil analisis statistik kadar IL-6 didapatkan p-value = 0,000 (p-value < 0 xss=removed> 0,05) yang berarti terdapat hasil yang tidak signifikan pada hitung neutrofil.
Simpulan: Vitamin D menurunkan kadar IL-6 pada pasien SS secara signifikan. Vitamin D menurunkan hitung neutrofil pada pasien SS, tetapi secara statistik tidak signifikan.