Abstrak
Perbedaan Status Gizi Penderita Asma, Pneumonia, dan Tuberkulosis Paru Balita di RSUD Karanganyar
Oleh :
Okta Fajriani Faliha - R0420046 - Fak. Kedokteran
Latar Belakang : Status gizi balita merupakan faktor penting yang mempengaruhi kerentanan terhadap berbagai penyakit akibat infeksi, khususnya asma, pneumonia, dan tuberkulosis paru yang masih menjadi masalah kesehatan balita di Indonesia. RSUD Karanganyar sebagai salah satu rumah sakit rujukan pertama masyakarat, tetapi belum ada kajian lanjut untuk mengetahui gambaran status gizi pada balita penderita penyakit tersebut.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status gizi balita penderita asma, pneumonia, dan tuberkulosis paru di RSUD Karanganyar.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder berupa rekam medis. Subjek penelitian yaitu balita yang mengalami asma, pneumonia, dan tuberkulosis paru di RSUD Karanganyar dari rentang waktu Januari 2023 – April 2024 masing-masing sebanyak 38 balita, 44 balita, dan 42 balita serta menggunakan teknik total sampling. Data status gizi menggunakan antropometri kemudian diolah menjadi nilai Z-score berdasarkan BB/TB. Data dianalisis dengan uji Chi-square untuk melihat perbedaan antar kelompok dengan bantuan SPSS.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p-value = 0,001, p<0>Kesimpulan : Balita penderita pneumonia memiliki persentase gizi kurang tertinggi dibanding penderita tuberkulosis paru dan asma. Hal ini menandakan bahwa diperlukan penanganan intervensi gizi intensif pada balita pneumonia.