;

Abstrak


Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Buah Delima (Punica Granatum L.) Pada Tikus Jantan Model Sepsis


Oleh :
Iin Novita Nurhidayati Mahmuda - G962302004 - Fak. Kedokteran

Sepsis tetap menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien rawat inap. Ekstrak kulit buah delima telah menunjukkan potensi sebagai agen antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol kulit delima terhadap perbaikan biomarker sepsis dan perfusi jaringan pada tikus jantan model sepsis.Menganalisis pengaruh ekstrak etanol kulit buah delima terhadap kadar Interleukin-6 (IL-6), Malondyaldehide (MDA), Procalsitonin (PCT), dan Laktat pada tikus jantan model sepsis.Tikus jantan dibagi menjadi lima kelompok dan diinduksi dengan E. coli 1,5X106 CFU. Ekstrak etanol kulit buah delima diberikan setelah 3x24 jam dengan dosis 300 mg/KgBB, 600 mg/KgBB, dikombinasikan dengan antibiotik serta terdapat kelompok kontrol yang diberikan antibiotik Meropenem dan kelompok kontrol negatif tidak diberikan perlakukan. Sampel darah diambil untuk mengukur kadar IL-6, MDA, PCT, dan Laktat setelah 3x24 jam perlakuan. Pemberian ekstrak etanol kulit delima secara signifikan menurunkan biomarker sepsis dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif. Kadar IL-6 menurun dari 138,67 pg/mL pada kelompok sepsis menjadi 86,67 pg/mL pada kelompok perlakuan (p<0>Ekstrak etanol kulit delima menunjukkan potensi signifikan dalam menurunkan biomarker sepsis dan memperbaiki perfusi jaringan pada model hewan coba sepsis. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak tersebut mungkin memiliki aplikasi terapetik dalam pengelolaan sepsis, karena kandungan senyawa fenol sebagai antibakteri, anti-inflamasi, dan antioksidannya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi klinisnya.