Abstrak
Analisis Toksisitas Air Limbah Pada Industri Tekstil Terhadap Mortalitas Ikan Nila
Oleh :
Iyualevi Garnis Perwitasari - M0820047 - Fak. MIPA
Industri tekstil merupakan salah satu industri yang menyokong perekonomian
Indonesia. Besarnya industri tektil Indonesia juga berarti memiliki arti potensi
pencemaran lingkungan juga besar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui beban pencemar pada inlet IPAL Industri Tekstil. Tujuan selanjutnya
dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai LC50-96 jam terhadap mortalitas
dan kondisi morfologi pada uji toksisitas ikan Nila yang terpapar limbah industri
tekstil. Terdapat dua metode yang digunakan adalah uji pendahuluan untuk
menetukan konsentrasi dengan prinsip Rangkaian Acak Lengkap (RAL) yang
didasari Range Finding Test (RFT). Metode selanjutnya adalah uji toksisitas untuk
mengetahui tingkat mortalitas disertai uji perubahan fisik ikan. Hasil uji toksistas
kemudian divalidasi dengan perhitungan probit. Hasil penelitian menunjukkan
kualitas limbah pada Inlet IPAL melampaui baku mutu yang meliputi sulfida,
Phenol, Krom, dan minyak lemak. Uji toksisitas LC-50 96 jam digunakan 5
konsentrasi cairan yang meliputi K1/a (0,912 L limbah cair dan 9,1 L air), K2/b (1,3
L limbah cair dan 8,7 L air), K3/c (1,9 L limbah cair dan 8,1 L air), K4/d (2,8 L
limbah cair dan 7,2 L air), K5 /e (4,1 L limbah cair dan 5,9 L air). Hasil observasi
menunjukkan LC-50 96 jam berada pada cairan K2-K3 atau dengan kata lain LC50 96 jam berada pada konsentrasi air limbah sebesar 13?n 19%. Limbah dapat
dikatakan cukup berbahaya dikarenakan dapat menyebabkan kematian sebesar 50?ri populasi hewan uji dalam waktu 96 jam walau dengan konsentrasi yang tidak
tinggi. Didapatkan adanya perubahan fisik ikan akibat paparan limbah cair,
perubahan fisik tersebut berupa badan serta organ ikan yang membengkak dan
adanya lendir. Pembengkakan dan lendir akibat reaksi terhadap paparan logam berat
serta tanda bahwa ada gangguan pada kemampuan osmoregulasi.