Abstrak
Hubungan Usia Ibu Dengan Placenta Accreta Spectrum di RSUD. Dr. Moewardi Tahun 2020-2023
Oleh :
Muhammad Rafli - G0021145 - Fak. Kedokteran
Pendahuluan: Angka kematian ibu karena kehamilan masih sangat tinggi. Pada
tahun 2021 jumlah di provinsi jawa tengah berjumlah 976 jiwa. Perdarahan
menjadi penyebab 25% kematian ibu pasca melahirkan didunia. Usia ibu yang
terlalu tua (≥35 tahun) berisiko terhadap kehamilan. Faktor risiko dari plasenta
akreta yang dapat menyebabkan perdarahan adalah usia ibu, riwayat cesarean
section (CS), riwayat plasenta previa, dan multiparitas. Dalam penelitian ini,
peneliti akan meneliti hubungan usia ibu terhadap placenta accreta spectrum pada
RSUD. Dr. Moewardi menggunakan rekam medis tahun 2020 hingga 2023.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu dengan placenta
accreta spectrum.Metode: Penelitian ini menggunakan studi korelasi observasional dengan
pendekatan case control pada RSUD Dr. Moewardi pada bulan september 2024.
Data didapatkan dari rekam medis, yaitu ibu terdiagnosis placenta accreta spectrum.
Sampel berjumlah 158 dan menggunakan analisis uji chi-square dan uji regresi
logistik pada aplikasi SPSS.
Hasil: Pada uji chi-square didapati hasil signifikan antara usia ibu (p=0.016),
multiparitas (p=0.025), dan riwayat cesarean section (p<0>Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara usia ibu, multiparitas, dan riwayat
cesarean section terhadap placenta accreta spectrum.