Abstrak
Induksi Ketahanan Kacang Hijau (Vigna radiata (L.) R.Wilczek) terhadap Herbisida Propaquizafop dengan Hormopriming Brassinosteroid
Oleh :
Afra Alvia Nita - M0420003 - Fak. MIPA
Kacang hijau (Vigna radiata (L.) R. Wilczek) termasuk
tanaman pangan yang mengalami peningkatan konsumsi karena kandungan gizinya
yang tinggi. Salah satu permasalahan budidaya kacang hijau adalah adanya gulma
yang mengakibatkan produktivitasnya naik turun. Pengendalian gulma dengan
herbisida efektif, namun dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman non target
terhambat. Salah satu cara untuk mengurangi efek merugikan dari herbisida
adalah peningkatan ketahanan tanaman non target terhadap herbisida. Upaya
tersebut dapat dilakukan dengan penerapan hormopriming menggunakan
brassinosteroid pada biji tanaman non target. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh hormopriming brassinosteroid terhadap
perkecambahan, pertumbuhan, dan ketahanan kacang hijau setelah aplikasi herbisida
propaquizafop. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2
faktor perlakuan. Faktor
perlakuan berupa variasi konsentrasi brassinosteroid (0; 0,05; 0,10; 0,15; 0,20
ppm) dan herbisida propaquizafop (0?n 0,1%).
Hormopriming dengan brassinosteroid dapat meningkatkan
perkecambahan dengan mengurangi efek penghambatan asam absisat dan meningkatkan
aktivitas giberelin. Brassinosteroid juga meningkatkan rata-rata panjang, berat
basah dan berat kering kecambah dengan mendorong perluasan dan pemanjangan sel
pada kecambah. Perlakuan hormopriming dengan brassinosteroid dapat
meningkatkan ketahanan tanaman kacang hijau terhadap herbisida propaquizafop
dengan meningkatkan rata-rata tinggi relatif tanaman, luas daun, berat basah
dan berat kering tanaman, serta kadar klorofil total dan karotenoid daun.
Hormon brassinosteroid dapat
meningkatkan ketahanan tanaman terhadap herbisida karena berperan dalam
metabolisme antioksidan yang berpotensi memberikan toleransi terhadap stres.