Abstrak
Pengaruh Ekstrak Kulit Pisang Raja (Musa acuminata x balbisiana Colla) terhadap Kadar Leptin dan Adiponektin pada Tikus Wistar Jantan Model Obesitas
Oleh :
Aurelia Alisa Putri Larasati - G0021039 - Fak. Kedokteran
Latar Belakang: Obesitas adalah masalah kesehatan
global dengan prevalensi yang tinggi. Penderita obesitas memiliki kadar leptin yang
meningkat dan adiponektin yang menurun. Kulit pisang kaya akan flavonoid dengan
aktivitas antiobesitas pada tikus model obesitas. Saat ini, belum ada
penelitian lebih lanjut tentang efektivitas kulit pisang raja sebagai
antiobesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek ekstrak kulit
pisang raja (EKPR) terhadap kadar leptin dan adiponektin pada tikus wistar
jantan obesitas.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif eksperimental
laboratorium dengan desain pre-posttest control group. Penelitian ini
bagian dari hibah "Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang dan Jeruk untuk Terapi
Obesitas". Tiga puluh tikus jantan dibagi menjadi 5 kelompok tikus wistar
jantan yang terdiri dari 2 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan dengan
pemberian EKPR 200, 400, dan 800mg/kgBB selama 28 hari. Kadar leptin dan
adiponektin serum dianalisis menggunakan ELISA dan diuji statistik dengan Wilcoxon,
Kruskal-Wallis, dan Post Hoc Dunn dengan derajat kepercayaan 95%
(p<0>Hasil: Penurunan kadar leptin terbesar tampak pada P3
(1,53±0,61ng/mL) diikuti P2 (1,17±0,38ng/mL) dan P1 (0,73±0,35ng/mL). Penurunan
kadar leptin ini berbeda signifikan dibandingkan dengan KN dan KP. Kadar adiponektin menurun pada P1-P3 dan
tidak berbeda dengan kelompok KN dan KP. Namun, P3 (1,03±0,38mg/L)
memiliki rerata penurunan adiponektin serupa
dengan KP (1,14±2,02mg/L).
Simpulan: Pemberian EKPR 800
mg/kgBB selama 28 hari pada tikus wistar jantan obesitas menurunkan kadar
leptin dan sedikit menurunkan kadar adiponektin dibandingkan EKPR 200 dan
400mg/kgBB.