Abstrak
Hubungan antara CD4 count, Total Lymphocyte Count, dan Viral Load Terhadap Infeksi Tuberkulosis pada Orang dengan HIV
Oleh :
Lazuardi Guardian Imani - G0021113 - Fak. Kedokteran
Latar Belakang : Human
Immunodeficiency Virus (HIV) dan
Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan global dengan Tuberkulosis
menjadi penyebab utama kematian pada Orang dengan HIV. Penurunan CD4 count
meningkatkan risiko infeksi TB secara
eksponensial, sementara Total Lymphocyte Count (TLC) digunakan sebagai
alternatif CD4 count di wilayah dengan sumber daya terbatas. Viral
load terbukti dapat memprediksi mortalitas ODHIV dan berhubungan langsung
dengan risiko TB, terlepas dari CD4 count. Penelitian ini bertujuan
menganalisis hubungan CD4 count, TLC, dan viral load terhadap infeksi tuberkulosis
pada Orang dengan HIV.
Metode : Penelitian ini
merupakan studi observasional analitik dengan desain case-control. Data
diambil dari rekam medis pasien HIV di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada 1
Januari 2022 - 30 Oktober 2024. Terdapat 100 pasien yang dibagi 2 kelompok,
dengan 50 pasien HIV dengan infeksi TB sebagai kelompok case dan 50
pasien HIV tanpa infeksi TB sebagai kelompok control. Uji statistik yang
digunakan meliputi uji univariat, bivariat dan multivariat untuk menganalisis
hubungan dan pengaruh antara CD4 count, TLC, dan viral load terhadap
infeksi tuberkulosis pada orang dengan HIV.
Hasil : Hasil analisis
bivariat menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan variabel CD4 count,
TLC , dan viral load pada pasien HIV yang terinfeksi TB dengan pasien
HIV yang tidak terinfeksi TB (p-value = 0.000; 0.000; 0.000). Hasil
analisis multivariat menunjukkan adanya pengaruh antara CD4 count pada
infeksi TB pada orang dengan HIV (p-value = 0.000) dan tidak ada
pengaruh TLC dan viral load terhadap infeksi TB pada orang dengan HIV (p-value
= 0.685; 0.688).
Kesimpulan : Kadar CD4 count berpengaruh
secara independen terhadap risiko infeksi tuberkulosis pada orang dengan HIV.
Deteksi dini risiko infeksi tuberkulosis berdasarkan nilai CD4 count dapat
menurunkan risiko infeksi tuberkulosis pada orang dengan HIV.