Abstrak
Hubungan antara Personal Hygiene dengan Gangguan Kulit pada Pekerja di TPA Putri Cempo, Surakarta
Oleh :
Rakhel Putri Maharani - G0021180 - Fak. Kedokteran
Rakhel Putri Maharani, G0021180, 2024. Hubungan Antara Personal Hygiene
dengan Gangguan Kulit Pada Pekerja Di TPA Putri Cempo, Surakarta. Skripsi.
Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Latar Belakang : Gangguan kulit adalah gejala dan tanda yang muncul pada kulit
seperti kemerahan, gatal, benjolan, kulit pecah-pecah, kulit kering bersisik yang
disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, infeksi parasit, reaksi alergi, dan faktor
personal hygiene. Perilaku personal hygiene sering diabaikan oleh pekerja seperti
petugas pengangkut sampah dan pemulung. Resiko gangguan kulit juga disebabkan
aktivitas mereka yang selalu bersentuhan dengan sampah yang menumpuk di
tempat pembuangan akhir (TPA). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui
hubungan antara personal hygiene dengan gangguan kulit pada pekerja di TPA
Putri Cempo, Surakarta.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain
cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling.
Sampel dalam penelitian adalah petugas pengangkut sampah yang berjumlah 51
orang dan pemulung yang berjumlah 22 orang. Pengambilan data personal hygiene
dilakukan dengan cara pengisian kuesioner, data gangguan kulit dilakukan dengan
anamnesis gejala dan observasi tanda gangguan kulit pada pekerja secara langsung.
Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji Cramer’s V.
Hasil : Prevalensi gangguan kulit pada pekerja di TPA Putri Cempo, Surakarta
adalah 46.6%. Gangguan kulit paling banyak berlokasi di bagian tangan, kaki dan
kuku dengan keluhan gatal sebanyak 31.5?n kulit kering dan bersisik sebanyak
17.8%. Terdapat hubungan yang signifikan (p = 0.000) dan korelasi cukup kuat (v
= 0,431) antara personal hygiene dengan gangguan kulit.
Kesimpulan : Personal hygiene berhubungan signifikan dan berkorelasi cukup
kuat dengan gangguan kulit.