Abstrak
Potensi Inokulum Mikoriza Jagung Monokultur dan Tumpangsari Kacang Tanah sebagai Biofertilizer dan Pengimbas Ketahanan terhadap Karbofuran
Oleh :
Ayu Dian Fataya - S652102001 - Fak. Pertanian
Mikoriza mempunyai beragam kemampuan seperti membantu penyerapan
unsur hara pada tanaman dan membantu tanaman toleran terhadap hama penyakit.
Keberadaan mikoriza didalam tanah dapat dipengaruhi oleh pola tanam, seperti
tumpangsari dan monokultur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi
kemampuan spora mikoriza yang di isolasi dari rizosfer jagung dengan sistem
tanam monokultur dan rizosfer jagung dengan sistem tanam tumpangsari pada
tanah alfisol dan potensinya sebagai biofertilizer dan ketahanannya pada jagung
yang diberi karbofuran. Metode penelitian ini terdiri dari 2 tahap, yakni tahap
eksplorasi dan isolasi mikoriza dan percobaan rumah kaca untuk menguji isolat
mikoriza yang diperoleh pada tahap eksplorasi sebagai biofertilizer dan
ketahanannya terhadap karbofuran. Percobaan rumah kaca dilakukan dengan
menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor dengan tiga ulangan, faktor
pertama adalah sumber spora MA (M) dengan empat taraf, yaitu tanpa spora MA
(M0), sumber spora MA dari rizosfer jagung dengan sistem monokultur (M1),
sumber spora MA dari rizosfer jagung sistem dengan sistem tumpangsari (M2), dan
spora campuran (M3) dengan dosis 50% spora MA dari rizosfer jagung sistem
monokultur dan 50% spora MA dari rizosfer jagung sistem tumpangsari. Faktor
kedua adalah aplikasi pupuk dan karbofuran yang terdiri dari empat taraf, yaitu
tanpa aplikasi pupuk dan karbofuran (P0), kombinasi rock fosfat dan kompos jerami
padi (P1), karbofuran saja (P2), dan kombinasi rock fosfat, kompos jerami padi,
dan karbofuran (P3). Hasil penelitian I: menunjukkan hasil kepadatan dan
infektivitas mikoriza tertinggi didapatkan pada rizosfer jagung dengan sistem
tumpangsari, yakni 249 spora/100 g tanah dan 77.3% untuk infektivitas mikoriza.
Hasil penelitian II: menunjukkan perlakuan M3P3, yang menunjukkan hasil
tertinggi pada pertumbuhan tanaman, meningkatan kesuburan tanah, dan kepadatan
serta infektivitas mikoriza. Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa
kombinasi perlakuan spora MA dari rizosfer jagung dengan sistem monokultur dan
rizosfer jagung dengan sistem tumpangsari (M3) dan kombinasi rock fosfat,
kompos jerami padi, dan karbofuran (P3) berpotensi sebagai biofertilizer dan
efektif dalam mendukung pertumbuhan tanaman, serta tahan terhadap paparan
karbofuran dengan dosis 10 g/tanaman (2x dosis rekomendasi).