Abstrak


Sebaran Fraksi C pada Budidaya Jagung Manis dengan Pupuk Organik dan Anorganik, serta Hubungan dengan Kemantapan Agregat


Oleh :
Fito Al Bayat - H0220030 - Fak. Pertanian

Perubahan penggunaan lahan mengakibatkan penurunan sifat tanah yang dapat diatasi dengan pemberian bahan organik. Karbon organik tanah berdasarkan tingkat stabilitasnya tersusun dari fraksi karbon labil dan fraksi karbon stabil. Data mengenai sebaran berbagai fraksi C pada lahan budidaya jagung manis yang berhubungan dengan kemantapan agregat tanah menggunakan pupuk organik sebagai substitusi pupuk anorganik masih terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pemberian kombinasi pupuk organik dan anorganik yang mempengaruhi fraksi C dengan hubungannya terhadap kemantapan agregat. Penelitian dengan metode eksperimen dan analisis laboratorium dengan pola pengambilan sampel diagonal. Perlakuan kombinasi terdiri dari 9 perlakuan yaitu ¼ NPK + pupuk organik 2 ton/ha (D), ½ NPK + pupuk organik 2 ton/ha (E), ¾ NPK + pupuk organik 2 ton/ha (F), 1 NPK + pupuk organik 2 ton/ha (G), ¾ NPK + pupuk organik 1 ton/ha (H), ¾ NPK + pupuk organik 1,5 ton/ha (I) dan 1 perlakuan kontrol, 1 perlakuan pupuk organik, serta 1 perlakuan pupuk NPK Standar diulang tiga kali. Analisis c organik dilakukan dengan metode Walkley and Black, c biomassa mikroba dengan metode fumigasi dan ekstraksi, c asam humat dan fulvat dan c larut air dengan metode ekstraksi, serta indeks kemantapan agregat dengan metode pengayakan ganda. Analisis data menggunakan Analysis of Varian (Anova) dengan taraf kepercayaan 95% dilanjut DMRT (Duncan`s Multiple Range Test) kemudian uji korelasi Pearson, regresi dan Stepwise Regression. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi kombinasi pupuk organik dan pupuk anorganik secara signifikan meningkatkan berbagai fraksi C. Perlakuan ½ NPK dan pupuk organik 2 ton/ha dapat meningkatkan C organik (33,86%), C biomassa mikroba (200%), C larut Air (215,38%), C asam humat (63,41%), dan C asam fulvat (39,63%) dibandingkan perlakuan kontrol. Indeks kemantapan agregat tanah berkorelasi positif dengan C oganik (r=0,954**), C biomassa mikroba (r=0,941**), C larut air (r=0,623**), C asam humat (r=0,956**), dan C csam fulvat (r=0,794**). Hasil panen jagung manis (berat tongkol berkelobot) berkorelasi positif dengan C oganik (r=0,509**) dan C asam fulvat (r=0,544**).