Abstrak
Produksi "BRIJZ" sebagai Natural Deodorant dengan Bahan Ekstrak Daun Mangkokan (Nothopanax scutellarium Merr)
Oleh :
Nur Baitii Khusniati - V4121106 - Sekolah Vokasi
Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang mendapatkan penyinaran oleh cahaya matahari. Hal tersebut meningkatkan udara panas yang dapat menghasilkan keringat berlebih dan berpotensi terpapar mikroorganisme salah satunya yaitu Staphylococcus aureus penyebab bau badan. Bau badan dapat dicegah dengan penggunaan deodorant. Penggunaan deodorant berbahan dasar kimia menyebabkan efek samping dalam jangka panjang sehingga beralih ke pamanfaatan bahan dasar alam sebagai natural deodorant. Salah satu tanaman yang yang memiliki efektivitas terhadap bakteri adalah tanaman mangkokan (Nothopanax scutellarium Merr). Tujuan dalam penelitian tugas akhir ini adalah mahasiswa mampu mengkaji komposisi natural deodorant pada sediaan stick dengan ekstrak daun mangkokan, mengkaji karateristik fisik natural deodorant dengan bahan ekstrak daun mangkokan, mengkaji aktivitas bakteri pada ekstrak daun mangkokan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan yaitu pembuatan ekstrak daun mangkokan (Nothopanax scutellarium Merr), formulasi Deodorant stick pada produk Brijz, pembuatan deodorant stick produk Brijz, pengujian produk Brijz. Pelaksanaan tugas akhir dilaksanakan di Sub Lab Kimia, UPT Terpadu Laboratorium, UNS dan pengujian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Surakarta selama 1 bulan. Formulasi yang digunakan saat proses pembuatan produk ada 3 dengan perbedaan konsentrasi pati garut dan beeswax. Hasil dari komposisi tersebut yang digunakan untuk produksi massal yaitu formulasi 3/ F3 yang memiliki kandungan 10 gr shea butter, 20 ml VCO, 7 gr cetearyl alkohol, 3,2 gr beeswax, 12 pati garut, 0,15 ml vitamin E, 2 ml ekstrak daun mangkokan, 3 ml essential oil lavender, 0,9 ml essential oil citronella. Karateristik formulasi 3 yaitu beraroma dominan lavender, berwarna putih kekuningan, tekstur padat, homogen/ tidak terdapat butiran kasar, memiliki pH 5, tidak menimbulkan iritasi, memiliki titik lebur 71 ºC. Ekstrak daun mangkokan yang diekstrak menggunakan metode maserasi dan evaporasi memiliki kemampuan sebagai zat aktif antibakteri Staphlococcus aureus dikarenakan terdapat zona hambat sebesar 6 mm yang termasuk kategori sedang.