Abstrak


Modifikasi dan Evaluasi Gelling Agent Karbopol 940 dan Kitosan pada Sediaan Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Ikan Gabus (Channa striata) dan Lemon (Citrus limon)


Oleh :
Farikha Amalina Nurbaiti - M0621017 - Fak. MIPA

Sectio Caesarea merupakan persalinan melalui sayatan dinding perut yang umum menyebabkan infeksi. Ikan Gabus (Channa striata) banyak dimanfaatkan untuk penyembuhan luka karena tingginya kandungan albumin di dalamnya. Lemon (Citrus limon) dengan kandungan 5,9% asam sitrat berfungsi sebagai antibakteri serta dapat mempercepat epitelisasi fibroblast. Untuk memanfaatkan potensi tersebut, albumin dan asam sitrat dikemas dalam bentuk sediaan nanoemulgel untuk penyembuhan luka pasca operasi caesar. Nanoemulgel terdiri atas emulsi dan gel sehingga mempunyai sistem penghantaran obat terkontrol ganda. Emulsi disini berfungsi melindungi obat, sedangkan gel meningkatkan viskositas dan daya sebar, mengurangi tegangan antarmuka yang nantinya dapat meningkatkan stabilitas termodinamika. Gelling agent merupakan bahan pembentuk gel yang berpengaruh terhadap sifat fisikokimia gel. Pembentukan basis gel dengan memanfaatkan interaksi elektrostatik akan menciptakan stabilitas gel yang tinggi. Dengan demikian, pembentukan basis gel dalam penelitian ini memanfaatkan interaksi elektrostatik antara gelling agent kationik berupa kitosan dan anionik berupa karbopol 940. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi gelling agent kitosan dan karbopol 940 terhadap evaluasi sediaan dengan perbandingan konsentrasi masing-masing 1,5% : 0,5% untuk FI dan 1% : 1% untuk FII. Hasil evaluasi menunjukkan FII lebih unggul jika dibandingkan dengan FI. Adapun hasil yang diperoleh nanoemulgel FII yaitu nilai pH sebesar 6,13±0,1; viskositas 8206±3cPs; daya lekat 19,03±2,4 detik; daya sebar 5,4±2,4cm; ukuran partikel 134,4±1,88 nm; PDI 0,5±0,01; Zeta potensial 10,5±0,06 mV; serta stabil secara kinetik dan termodinamik. Dengan demikian, formulasi nanoemulgel yang optimal yaitu dengan perbandingan nanoemulsi 25%; Kitosan 1%, Karbopol 940 1%, DMDM hyndantoin 0,38%, TEA 0,7%, Asam asetat (1%) 15%, dan Aquadest add 100. Untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan reformulasi karena terdapat beberapa metode yang tidak tepat pada penelitian kali ini.