Abstrak
Perbedaan Kesejahteraan Psikologis pada Individu Menikah yang Memiliki Anak dan Individu Menikah Childfree
Oleh :
Dihya Khalifa - G0120045 - Fak. Psikologi
Pernikahan
adalah tahapan kehidupan yang salah satu tujuannya untuk memiliki keturunan.
Meskipun Indonesia negara pro-natalis, sebagian pasangan memutuskan untuk tidak
memiliki anak dalam pernikahannya (childfree). Individu childfree adalah mereka
secara sadar dan sukarela memutuskan untuk tidak memiliki anak dalam
pernikahannya. Keputusan mengenai anak dalam pernikahan mempengaruhi
kesejahteraan psikologis pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
perbedaan kesejahteraan psikologis pada individu menikah yang memiliki anak dan
individu menikah yang memutuskan childfree. Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif komparatif. Subjek penelitian ini adalah kelompok individu menikah
yang memiliki anak dan kelompok individu menikah childfree. Subjek yang
digunakan pada masing-masing kelompok berjumlah 20 orang dengan total 40 orang.
Pengambilan data dilaksanakan menggunakan metode non-probability sampling
melalui teknik purposive sampling dengan kuisioner sebagai media pengumpulan
data. Penelitian ini mengunakan skala The Scale of Psychological Well-being
yang disusun Ryff dan diadaptasi menjadi berbahasa Indonesia dengan nilai
reliabilitas 0.958. Teknik analisis yang digunakan adalah Uji T sampel
Independen untuk mengetahui perbedaan kesejahteraan psikologis kedua kelompok.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan kesejahteraan psikologis
yang signifikan antara individu menikah yang memiliki anak dengan individu
menikah childfree. Hal terjadi karena terdapat perbedaan nilai budaya dan
keyakinan kedua kelompok subjek. Masing-masing subjek memaknai keputusan mereka
berdasarkan pandangan mereka dan sepenuhnya menerima keputusan tersebut. Kedua
kelompok responden juga memiliki sumber kebahagiaannya masing-masing.