Abstrak
Serangan Nematoda Puru Akar pada Wortel di Tawangmangu
Oleh :
Ririn Yuliyanti - H0718137 - Fak. Pertanian
Wortel
merupakan komoditas hortikultura yang banyak diminati. Tawangmangu merupakan
sentra budidaya wortel terbaik di Karanganyar, sehingga produktivitasnya
diharapkan selalu meningkat. Usaha
peningkatan produksi wortel
sering terkendala adanya nematoda puru akar yang menyebabkan pertumbuhan,
bentuk dan ukuran wortel tidak normal. Hal tersebut mengakibatkan kualitas dan
kuantitas wortel dapat menurun, sehingga nilai jualnya menjadi menurun. Teknik budidaya yang kurang
tepat dapat mempengaruhi pertumbuhan wortel, bahkan menurunkan produktivitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serangan nematoda puru akar pada
wortel di Tawangmangu yang sebelumnya belum dikaji. Hal ini menjadi penting
karena untuk mengetahui sebaran nematoda dan hubungannya dengan teknik budidaya
yang dilakukan oleh petani.Penelitian dilaksanakan pada Mei –
Desember 2023 dengan metode survei. Survei lahan dilakukan terhadap 30 lahan
wortel yang dikelompokkan berdasar luas lahan dan umur panen. Pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara, terhadap petani mengenai pola tanam, rotasi
tanaman, komoditas yang ditanam pada musim sebelumnya, penggunaan pupuk,
pestisida, NPK dan Za. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil 10 tanaman
dan tanah komposit. Ekstraksi nematoda dilakukan dengan metode corong baermann
yang dimodifikasi. Penghitungan populasi dan identifikasi nematoda dilakukan
dengan mencocokan morfologi Meloidogyne spp. Analisis tanah yang
dilakukan meliputi pH tanah, P & K total, P & K tersedia, N total,
bahan organik, tekstur tanah dan C organik. Analisis data dilakukan dengan
analisis linier berganda dengan SPSS dan analisis deskriptif.
Hasil penelitian yaitu wortel yang terserang nematoda menjadi
berambut, berbintil dan bercabang. Populasi nematoda yang terdapat pada tanah
sebesar 644,20 ±
822,43/ 100g dan pada umbi sebesar 601,07 ± 1243,24/ 100g. Terdapat perbedaan
teknik budidaya di berbagai sebaran populasi nematoda. Rotasi tanaman berpengaruh terhadap intensitas
menguning tanaman, populasi nematoda di tanah dan di umbi. Populasi nematoda di
umbi berpengaruh terhadap jumlah umbi yang bercabang dan jumlah puru umbi.
Populasi nematoda di tanah dan di umbi berpengaruh terhadap berat umbi. Bahan
organik dan tekstur tanah berpasir berpengaruh terhadap populasi nematoda di
tanah. Analisis pH tanah, P total, K total, K tersedia, N total, P tersedia,
bahan organik, tekstur tanah dan C organik tidak berbanding lurus dengan sebaran populasi
nematoda.