Abstrak


Studi Kasus Disonansi Kognitif Fenomena Perilaku Mencari Bantuan kepada 'Orang Pintar' di Daerah Wonogiri


Oleh :
Annisa Nurul Azizah - G0121021 - Fak. Psikologi

Di Wonogiri, praktik mencari bantuan kepada ‘orang pintar’—yang dikenal sebagai dukun atau paranormal—masih umum dilakukan meskipun bertentangan dengan kepercayaan agama Islam yang dianut mayoritas masyarakat setempat. ‘Orang pintar’ dianggap memiliki kemampuan supranatural untuk menyembuhkan penyakit atau mengatasi masalah yang berkaitan dengan makhluk halus. Masyarakat yang menghadapi masalah mungkin mengalami disonansi kognitif, yaitu konflik antara keyakinan agama dan tindakan mencari bantuan kepada ‘orang pintar’. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana proses disonansi kognitif dapat terjadi pada masyarakat Wonogiri dalam perilaku mencari bantuan kepada ‘orang pintar’. Dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus, penelitian ini melibatkan empat subjek dan dua subjek kajian kasus negatif dipilih melalui snowball sampling. Kriteria subjek adalah masyarakat Wonogiri bersuku Jawa yang pernah atau sedang mencari bantuan kepada ‘orang pintar’ dan bersedia menandatangani informed consent. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan guideline wawancara yang disusun oleh peneliti dan akan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi diri yang memunculkan disonansi kognitif berfungsi sebagai penentu untuk tidak melakukan, melakukan, atau mengulang perilaku mencari bantuan kepada ‘orang pintar.'