Abstrak
Optimasi Formulasi Hydrocolloid Patch Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji dan Lidah Buaya dengan ariasi HPMC dan PVP Menggunakan Metode Model 2² Factorial Design
Oleh :
Eka Lestari Indrayani - M0621013 - Fak. MIPA
Hydrocolloid patch merupakan sistem
penghantaran yang mendukung penyembuhan luka dengan menciptakan lingkungan
lembab (moist wound healing). Hydrocolloid patch diharapkan mampu untuk
menjaga kelembapan optimal di area luka yang mendukung proses regenerasi
jaringan dan mengurangi resiko infeksi dalam proses penyembuhan. Penelitian ini
bertujuan untuk merancang dan mengoptimalkan hydrocolloid patch dengan bahan aktif berupa kombinasi ekstrak daun
jambu biji dan lidah buaya yang dikenal memiliki aktivitas antibakteri dan
penyembuhan luka. Polimer HPMC dan PVP digunakan sebagai formula utama dalam
pembuatan hydrocolloid patch. Metode
22 factorial design
digunakan untuk menganalisis pengaruh dan interaksi konsentrasi HPMC dan PVP
terhadap tiga parameter utama yakni, gel
fraction, swelling, dan water
vapour transmission rate (WVTR). Interaksi kedua polimer menunjukkan
pengaruh signifikan yang mampu menurunkan
semua parameter. Konsentrasi HPMC meningkatkan semua parameter
kecuali fraksi gel, sementara PVP menurunkan semua parameter namun meningkatkan
fraksi gel. Formula optimum yang diperoleh dengan
menggunakan teknik model 22 factorial
design ini menghasilkan konsentrasi HPMC 4?n PVP 0,5% memiliki fraksi
gel 90,657±0,25%; swelling
28,900±0,05 g/g; dan WVTR 58,020±0,14 g/m2.