Abstrak
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada Unit Aerasi dengan Sistem Lumpur Aktif (Activated Sludge) di PT. Madurasa Unggulan Nusantara, Wonogiri
Oleh :
Clara Estelita Damayanti - M0820021 - Fak. MIPA
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Instalasi Pengolahan Air
Limbah (IPAL) pada unit aerasi di PT. Madurasa Unggulan Nusantara, Wonogiri
yang menggunakan sistem lumpur aktif (Activated Sludge). Sistem ini penting
dalam pengolahan air limbah karena berperan dalam menguraikan bahan organik.
Penelitian ini melibatkan analisis parameter-parameter operasional yang
mempengaruhi kinerja sistem lumpur aktif, seperti TSS, SVI, rasio F/M.
Pengukuran parameter TSS menggunakan metode APHA 2540 D-2017, sedangkan
untuk mendapatkan nilai SVI dilakukan pengukuran parameter SV30 dan MLSS,
di mana masing-masing parameter tersebut menggunakan acuan dari SNI
6989.59:2008 dan SNI 06.6989.26:2005. Pengukuran nilai rasio F/M dilakukan
pengukuran debit, BOD, volume bak aerasi, dan MLSS. Hasil pengukuran dan
perhitungan menunjukkan bahwa rata-rata nilai TSS, SVI, dan rasio F/M adalah
1.025 mg/L, 40.9 mL/g, 0.01 kg BOD/kg MLSS/hari. Di mana nilai TSS berada di
atas standar baku mutu yang ditetapkan yaitu 60 mg/L, sedangkan nilai SVI berada
di bawah standar normal yaitu berkisar antara 80-120 mL/g, dan rasio F/M juga
berada di bawah standar normal yaitu 0,2 – 0,5 kg BOD/kg MLSS/hari. Solusi yang
dapat dilakukan untuk memperbaiki nilai TSS yang tinggi adalah dengan mengatur
waktu aerasi dan Waktu Retensi Hidrolik menjadi lebih lama. Sedangkan solusi
untuk memperbaiki nilai SVI yang rendah adalah dengan mengatur kadar DO pada
kisaran ideal yaitu 1-2 mg/L, dan mengatur waktu aerasi menjadi lebih lama. Dan
solusi untuk memperbaiki nilai rasio F/M yang rendah yaitu mengatur laju sirkulasi
lumpur menjadi lebih tinggi, serta pemberian nutrisi berupa gula; urea; NPK dengan
perbandingan 2 : 2 : 1.