An-Nissara Putri. K5417005. Pembimbing I: Dr. Moh. Gamal Rindarjono, M.Si., Pembimbing II: Dr. Singgih Prihadi, S.Pd., M.Pd. ANALISIS POLA INTERAKSI SPASIAL INDUSTRI BATIK HOME DRESS DI KAMPUNG BATIK KAUMAN KOTA SURAKARTA TAHUN 2024. Skripsi. Surakarta. Fakultas: Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2024.
Kampung Batik Kauman merupakan kampung kuno yang memiliki nilai sejarah tinggi salah satunya berkaitan dengan industri batik. Pada tahun 2009 Pemerintah Kota Surakarta menetapkan Kauman sebagai Kampung Wisata Batik. Keberadaan sentra industri batik ini menghasilkan produksi batik dengan kualitas unggul dan banyak diminati oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1). Mengetahui persebaran industri batik home dress di Kampung Batik Kauman Kota Surakarta (2) Mengetahui karakteristik industri batik di Kampung Batik Kauman Kota Surakarta (3) Mengetahui pola interaksi spasial industri batik di Kampung Batik Kauman Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh industri batik di Kampung Batik Kauman. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, kuisioner, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini teknik analisis statistik deskriptif dan deskripsi spasial. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Karakteristik sosio-demografi pemilik industri batik di Kampung Batik Kauman didominasi laki-laki, dengan didominasi oleh rentang usia 51-60 tahun, tingkat pendidikan sarjana, status pekerjaan industri batik merupakan sebuah pekerjaan utama (2) Karakteristik industri batik di Kampung Batik Kauman didominasi oleh industri rumah tangga, usia industri batik diatas 5 tahun yang paling banyak berada direntang usia 13-20 tahun, jenis produk batik yang paling banyak dijual berupa daster batik atau home dress batik, kemeja batik dan blouse batik. (3) Wilayah pemasok batik berasal dari sekitar wilayah Kauman dan luar Kota Surakarta. Wilayah jangkauan pemasaran batik merata dari wilayah dalam Kota Surakarta hingga lingkup wilayah nasional. Sistem yang digunakan dalam pemasaran produk paling dominan dengan penjualan langsung di toko selain itu juga terdapat industri batik yang bekerjasama dengan industri yang lain serta terdapat industri batik yang memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk batik home dress tersebut.