Abstrak


Penentuan Prioritas Layanan Inkubator Bisnis Pada Fase Wirausaha Pemula Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus pada UPT Solo Technopark)


Oleh :
Salma Yunisa Putri - F0219124 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Tingkat kegagalan startup di fase awal wirausaha sangat tinggi, 

dengan hanya sekitar 10% yang mampu bertahan dalam 10 tahun pertama. 

Inkubator bisnis berperan penting dalam mendukung keberlangsungan 

usaha melalui berbagai layanan, seperti infrastruktur bisnis, perencanaan 

bisnis, akses pendanaan, dan jejaring. Penelitian ini bertujuan menentukan 

prioritas layanan yang dapat mendukung tenant pada fase wirausaha 

pemula di UPT Solo Technopark, sebagai salah satu lembaga inkubasi di 

Indonesia. Dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process

(AHP), penelitian ini mengidentifikasi empat kriteria utama, yaitu 

infrastruktur bisnis, pendampingan bisnis, akses permodalan bisnis, serta 

jejaring dan kolaborasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa layanan seperti 

fasilitasi akses modal ke lembaga pemerintahan, branding, kemitraan bisnis 

dengan pengusaha, akses internet, dan fasilitasi pendanaan ke investor 

menjadi prioritas tertinggi berdasarkan kebutuhan tenant. Selain itu, dari 

perspektif manajerial, prioritas utamanya adalah fasilitasi akses modal ke 

lembaga pemerintahan, pembuatan BMC dan business plan, dan business 

matching. Penelitian ini menyarankan inkubator bisnis untuk fokus pada 

layanan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik tenant, meningkatkan 

kolaborasi jejaring, dan memperkuat kapasitas manajerial untuk 

mendukung keberlanjutan usaha tenant.