Abstrak


Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Petani Padi Beralih Menjadi Petani Lele di Desa Tegalrejo Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali


Oleh :
Alfia Happy Cahyanti - H0420004 - Fak. Pertanian

Kampung lele merupakan julukan untuk sebuah dukuh di Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yaitu Dukuh Mangkubumen. Awal mula Kampung Lele diprakarsai oleh seorang petani Desa Tegalrejo yaitu Bapak Sriyono pada tahun 1990 bermula dari pekarangan rumah yang dijadikan sebagai kolam pembesaran budidaya lele. Tahun 1993 masyarakat Desa Tegalrejo mulai mengikuti jejak Bapak Sriyono untuk membudidayakan ikan lele. Kemudian, pada tahun 1998 usaha pembesaran lele semakin berkembang dibudidayakan masyarakat Desa Tegalrejo. Warga beralih dari bercocok tanam menjadi budidaya ikan lele. Kini sudah hampir tidak ada petani padi di Tegalrejo karena banyak yang beralih menjadi petani lele.Penelitian yang dilakukan di Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani, menganalisis tahap keputusan petani, dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani padi yang beralih menjadi petani lele. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan alat bantu kuesioner dan teknik analisis hasil dengan metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik petani lele mayoritas berjenis kelamin laki-laki, mayoritas berada pada masa lansia awal (46-55 tahun), luas lahan mayoritas masuk kategori rendah, pendapatan petani padi meningkat setelah beralih menjadi petani lele, pendidikan formal mayoritas yaitu SMP/sederajat, pendidikan nonformal petani mayoritas masuk kategori rendah, mayoritas petani memiliki tingkat pengalaman yang sangat tinggi, lingkungan ekonomi sebagian besar berada pada kategori tinggi, lingkungan sosial mayoritas berada pada kategori rendah; (2) Proses pengambilan keputusan petani padi beralih menjadi petani lele terdiri atas 4 tahapan yaitu pengenalan, persuasi, keputusan, dan  konfirmasi yang sebagian besar berada pada kategori baik; (3) variabel luas lahan, pendidikan nonformal, pengalaman, lingkungan ekonomi, dan lingkungan sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan petani sedangkan variabel usia, pendapatan, dan pendidikan formal tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap terhadap keputusan petani padi beralih menjadi petani lele di Desa Tegalrejo.