Pendahuluan: Diabetes Melitus Tipe 1 (DMT1) merupakan penyakit kronis yang
memerlukan pengelolaan metabolik untuk mencegah komplikasi. HbA1c
digunakan sebagai indikator kontrol glikemik. Kontrol glikemik dapat
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kecemasan pasien DMT1. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar HbA1c dan tingkat
kecemasan pada pasien anak dengan DMT1.
Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional
dilakukan pada 34 pasien anak dengan DMT1 di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta
dan RSUD Saiful Anwar, Malang. Data diperoleh dari pengisian kuesioner
Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk kecemasan dan HbA1c terakhir
pasien. Analisis menggunakan uji Pearson Chi-Square.
Hasil: Dari total responden, 64,7% memiliki HbA1c ≥8,5?n 41,2% terindikasi
kecemasan. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara kadar HbA1c
dan tingkat kecemasan (p<0>
mengalami kecemasan dibandingkan yang memiliki HbA1c lebih rendah.
Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara kontrol metabolik (HbA1c) dan
tingkat kecemasan pada anak dengan DMT1. Pengelolaan diabetes sebaiknya
dilakukan dengan pendekatan holistik, mencakup aspek fisik dan psikologis,
untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.