Abstrak


Pengaruh Biochar, Nisbah Pupuk Urea dan Kandang Terhadap Aktivitas Fisiologis Jagung dan Kacang Hijau Pada Sistem Tumpang Sari di Bawah Tegakan Kayu Putih


Oleh :
Novanda Wisnu Ardhana - H0720127 - Fak. Pertanian

Lahan kering yang ketersediaan airnya rendah namun bila dikelola dengan baik lahan ini menjadi tantangan untuk meningkatkan produksi tanaman pangan dikarenakan adanya alih fungsi lahan pertanian yang subur. Penelitian dilakukan dengan percobaan di lahan kering antara tegakan kayu putih dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Percobaan penggunaan biochar sekam padi, pupuk urea dan kandang bertujuan untuk menjaga ketersediaan air dan nutrisi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap tiga faktor (RAKL). Faktor pertama adalah tanpa biochar dan biochar sekam padi, faktor kedua adalah nisbah dosis pupuk urea dan kandang (150:0, 75:10, 0:20 kgha-1:tonha-1), dan faktor ketiga adalah pola tanam monokultur jagung, tumpang sari jagung + kacang hijau, dan monokultur kacang hijau. Analisis dilakukan uji ANOVA, DMRT, dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan khlorofil a jagung dengan biochar sekam padi serta nisbah dosis pupuk urea dan kandang (75 kgha-1 : 10 tonha-1) pada pola tanam monokultur (0,26 mgg-1) lebih tinggi daripada tanpa biochar dengan nisbah dosis pupuk urea dan kandang (75 kgha-1 : 10 tonha-1) pada pola tanam tumpang sari (0,15 mgg-1). Jumlah stomata jagung dengan biochar sekam padi serta nisbah dosis pupuk urea dan kandang (75 kgha-1 : 10 tonha-1) pada pola tanam monokultur (99,06 unitmm-2) lebih tinggi daripada tanpa biochar dengan nisbah dosis pupuk urea dan kandang (150 kgha-1 : 0 tonha-1) pada pola tanam tumpang sari (47,98 unitmm-2). Lebar bukaan stomata jagung sebesar (6,78 μm) pada monokultur lebih besar daripada tumpang sari (6,12 μm). Khlorofil total kacang hijau pada nisbah dosis pupuk urea dan kandang (75 kgha-1 : 10 tonha-1) pada pola tanam monokultur (0,36 mgg-1) lebih tinggi daripada nisbah dosis pupuk urea dan kandang (0 kgha-1 : 20 tonha-1) pada pola tanam tumpang sari (0,27 mgg-1).