Abstrak


Pemantauan Kekeringan di Kabupaten Karanganyar Tahun 2014-2023 menggunakan Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana


Oleh :
Muthi'ah Dzakiyyatul Fauziyyah - M0820061 - Fak. MIPA

Tahun 2023 merupakan tahun yang memiliki banyak kejadian kekeringan di Indonesia. Kabupaten Karanganyar tidak luput dari dampak kekeringan, meskipun merupakan daerah limpahan air dan mempunyai kandungan air yang melimpah. Identifikasi bencana kekeringan tidak mudah dilakukan karena memerlukan proses yang panjang, sehingga diperlukan alat bantu untuk mempermudah proses dan deskripsi bencana kekeringan, salah satunya penginderaan jauh. Penginderaan jauh dapat dilakukan dengan memanfaatkan data citra satelit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui waktu kekeringan meteorologis, sebaran spasial kekeringan, dan upaya mitigasi struktural bencana kekeringan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar. Kekeringan meteorologis diketahui menggunakan metode Rainfall Anomaly Index (RAI), sedangkan sebaran spasial kekeringan diketahui menggunakan metode Temperature Vegetation Dryness Index (TVDI). Data upaya mitigasi struktural didapatkan melalui wawancara kepada Kepala BPBD Kabupaten Karanganyar. Kekeringan meteorologis terjadi di setiap tahun pada kurun waktu 2014-2023, terutama pada Bulan Agustus. Kekeringan di Kabupaten Karanganyar cenderung terjadi di kawasan dataran rendah, terutama di Kecamatan Colomadu, Kecamatan Gondangrejo, dan Kecamatan Karanganyar. Mitigasi struktural bencana kekeringan yang dilakukan di Kabupaten Karanganyar berupa pembangunan waduk dan embung, pembangunan bak penampungan air sementara, pembangunan bak penampungan air yang dilakukan oleh PAMSIMAS, pembuatan biopori, serta pembangunan sumur dalam.